MAROS, BERITA-SULSEL.COM — Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.I.P., M.H., menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Maros untuk mendukung seluruh program strategis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah ini diambil demi memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat serta menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di daerah tersebut.
Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar, Yosef Dwi Irwan, melakukan kunjungan audiensi di Rumah Jabatan Bupati Maros pada Kamis (30/7/2026). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Maros sekaligus Ketua PC IAI Maros, Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir.
Dalam pertemuan hangat tersebut, Kepala BBPOM di Makassar menyampaikan bahwa pengawasan obat dan makanan secara paripurna membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, peran kepala daerah menjadi kunci utama dalam menggerakkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati beserta jajaran. Oleh sebab itu, kami berharap kolaborasi dan sinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta daya saing UMKM dapat terus diperkuat,” ujar Yosef.
Selain itu, Yosef mendorong penerbitan Surat Edaran (SE) Bupati terkait penggunaan antibiotik secara bijak demi mencegah Resistensi Antimikroba (AMR). Penggunaaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri semakin kebal, sehingga infeksi penyakit menjadi jauh lebih sulit diobati.
Selanjutnya, BBPOM Makassar juga mengenalkan program Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSO). Program ini bertujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan serta penyalahgunaan limbah obat-obatan bekas melalui kerja sama dengan apotek setempat.
Tak hanya itu, pihak BBPOM mendesak pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) serta pengisian penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA). BBPOM Makassar juga menawarkan pendampingan intensif bagi UMKM lokal, termasuk fasilitasi izin edar gratis (Rp0) dan pengujian laboratorium tanpa biaya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Maros Chaidir Syam menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas seluruh inisiatif BBPOM di Makassar. Menurutnya, seluruh program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Maros saat ini.
“Segera kami terbitkan Surat Edaran terkait pencegahan Resistensi Antimikroba, revitalisasi TKPPOM, serta pengisian penilaian KKPA. Langkah ini sangat krusial demi menjaga derajat kesehatan warga Maros,” tegas Chaidir Syam.
Kemudian, Chaidir menambahkan bahwa Maros memiliki Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang saat ini membina sekitar 35 ribu pelaku UMKM. Oleh karena itu, ia ingin memanfaatkan wadah strategis ini untuk berkolaborasi dengan BBPOM dalam memberikan edukasi dan pendampingan registrasi produk.
Di samping itu, Bupati Maros juga siap mengandeng kader TP PKK hingga tingkat RT untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai obat dan makanan yang aman. Melalui kolaborasi yang kokoh ini, Pemkab Maros optimistis dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Comment