Habiskan Rp400 Juta, Kunjungan Bupati Bone ke Belanda Dinilai tak Jelas

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Sudah lebih seminggu kepulangan Bupati Bone bersama istri dan sejumlah pejabatnya dari negeri Kincir Angin, Belanda. Namun, belum ada penjelasan pasti dari Dinas Kebudayaan Bone sebagai penyelenggara program tentang hasil kunjungan tersebut yang bisa diaplikasikan kepada masyarakat Kabupaten Bone.

Selain cerita kunjungan ke Kedubes RI dan Museum sejarah di Belanda, Kepala Dinas Kebudayaan Bone, Andi Promal Pawi, mengaku hanya bisa meniru sikap pemerintah Belanda yang sangat menghargai benda sejarah milik bangsa Indonesia, termasuk benda sejarah milik Bone berupa artefak yang kini tersimpan di Museum Belanda.

Kepala Bidang Sejarah dan Budaya, Bahram, yang sekaligus sebagai PPTK, yang dihubungi via Whatsapp, Jumat (22/12/17), mengaku sampai saat ini belum merampungkan laporan tertulis hasil kunjungan ke Belanda.

Jika mengikut aturan pasal 14 Permendagri nomor 29 tahun 2016, kata Bahram, laporan tertulis hasil kunjungan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Luar Negeri, harus disampaikan ke Gubernur dan selanjutnya ke Menteri, paling lama 7 hari setelah pulang dari Luar Negeri.

“Laporan sudah tahap perampungan, sedikit melambat karena saya juga dapat tugas giat2 hari Ibu,” dalih Bahram.

Anggota DPRD Bone, Andi Adriana, yang sejak awal tidak menyetujui kunjungan ini karena dinilai hanya menghamburkan anggaran sementara banyak program lain yang lebih penting, kembali angkat bicara.

“Susah itu mau dipertanggungjawabkan karena tujuannya kesana saja tidak jelas, kalau hanya mau lihat artefaknya Bone kenapa harus rombongan kesana, tidak mungkin juga ada yang mau tegur karena kepala inspektorat dengan kepala dinas keuangan diikutkan, siapa mau protes, kasihan saja uangnya rakyat kalau tidak ada juga hasilnya untuk rakyat” geram Adriana. (eka)

 


Comment