Panwas Bone “Naif” Jika Pengawas Malah Diawasi

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Lima bulan kedepan, Kabupaten Bone akan menentukan pilihan siapa figur yang pantas merajai Bumi Arung Palakka ini.

Dua kandidat yang digadang-gadang bakal bertarung belum sepenuhnya pasti karena salah satu pasangan calon, Umar-Madeng masih proses pengumpulan dukungan dan menunggu hasil LHKPN.

Siap mengawasi segala bentuk pelanggaran Pilkada 2018, Komisioner Panwas, Muhammad Alwi, yang ditemui usai mengikuti rapat pleno KPUD Bone, mengaku tak pernah berhenti memberikan warning kepada semua pengawas pemilu agar bisa total dalam bekerja dan mengedepankan integritas serta kenetralan.

“Saat proses pelantikan saya sampaikan kepada pengawas desa dan kelurahan untuk perlihatkan integritas kinerjanya karena alangkah naif kalau panwas yang harus diawasi dan kami tidak ingin mendengar ada yang tidak melakukan pengawasan” tegas Alwi.

Pihak Panwas juga sudah menyiapkan sanksi tegas bagi pengawas pemilu yang terbukti tidak melakukan tugasnya dengan baik dengan memberikan sanksi moral, sanksi etik hingga sanksi pidana.

“Sekecil apapun persoalan akan jadi prioritas untuk dijadikan evaluasi, kalau ada yang tidak bekerja dan keluar dari rel, akan dikenakan sanksi” lanjut Alwi.

Dalam pilkada kali ini, tantangan terberat Panwas adalah keterbatasan SDM juga kesadaran masyarakat dimana terkdang tidak memberi respon yang baik, ditambah kondisi geografis tiap kecamatan.

Panwas telah melakukan pemetaan titik rawan dibeberapa kecamatan seperti Bontocani, Tellu Limpoe, Libureng, Cenrana, Ponre dan Lamuru.

“Dalam kota yang berat itu saat pemutakhiran data pemilih kalau daerah yang berat biasa medannya” tutupnya. (eka)

 


Comment