BERITA-SULSEL.COM – Dosen digaji dengan nilai yang tidak layak, itu sama saja dengan pelecehan intelektual. Jangan menerima dosen baru atau membuat bangunan baru yang megah jika gaji dosen tidak layak dibayar.
Hal ini disampaikan Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr. Jasruddin, M.Si, saat menutup Rakerwil LLDikti Wilayah IX 2018, Rabu, (29/8/2018) di Phinisi Ballroom Claro Hotel.
Pernyataan itu disampaikan Prof Jasruddin sebagai tanggapan terhadap rumusan pengusulan pindah homebase dosen ketika pembacaan hasil sidang komisi B Bidang Kelembagaan pada sidang pleno.
Kata dia, sejak menjabat sebagai Koordinator hingga Kepala LLDikti Wilayah IX, surat dinas yang hampir setiap hari ada ditandatanganinya adalah rekomendasi pindah homebase dengan alasan gaji dosen yang tidak layak.
Mantan Direktur PPs-UNM menjelaskan, keinginan dosen untuk pindah homebase paling banyak dilatarbelakangi gaji yang diberikan kurang membuatnya bahagianya.
“Screening yang dilakukan LLDikti Wilayah IX pada saat pembukaan Prodi. Apakah dosen telah digaji sesuai dengan harkat dan martabat sebagai dosen,” tegas Guru Besar Fisika UNM ini.
Jasruddin menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir dan mengikuti kegiatan ini sejak dari awal hingga akhir kegiatan.
Serta menyampaikan harapan semoga kegiatan Rakerwil 2018 ini menjadi pintu komunikasi yang lebih baik lagi ke depan.
Rakerwil pertama LLDIKTI IX Sulawesi diikuti 700 orang undangan yang merupakan Pimpinan Badan Penyelenggara Yayasan dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta berlangsung 28-29 Agustus 2018.
Comment