BONE, BERITA-SULSEL.COM — Puluhan tahun berjuang demi disabilitas, Bahrul Fuad atau yang akrab disapa Cak Fu, pria asal Kediri, Jawa Timur yang bekerja di The Asia Foundation (TAF), kini menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk menjadi lebih percaya diri apapun bentuk kekurangan dalam dirinya.
Berkunjung ke Kabupaten Bone, Cak Fu menyempatkan diri diskusi dengan Yayasan Mitra Bangsa (YASMIB), pendamping desa, Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone dan media yang tergabung dalam Forum Penggerak Inklusi (Forgesi), di Kedai Rakyat, Selasa (4/9/18) siang.
Cak Fu menuturkan bahwa sejak awal memperjuangkan hak disabilitas, dirinya justru tidak pernah mau menghadiri perayaan disabilitas yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.
“Buat apa selebrasi semacam itu, apakah hanya untuk berbaris dan dipamerkan, difoto media dengan dipakein baju gitu” ujarnya.
Cak Fu meyakinkan FORGESI kalau banyak kebutuhan mendesak disabilitas yang lebih penting untuk diurusi. Tak hanya penerimaan oleh masyarakat, disabilitas juga harus dibuatkan usaha untuk membantu peningkatan ekonomi mereka.
“Salah satu masalah disabilitas kan ekonomi, kenapa tidak buatkan saja mereka usaha yang bisa menghasilkan. Kalau sekedar advokasi atau fokus pada kebijakan dan urus Perda, itu gak akan bermanfaat buat mereka” jelasnya.
Berbagi pengalaman dengan FORGESI, Cak Fu menaruh harapan besar disabilitas di Bone mampu diterima dan ikut berperan dalam pembangunan. (eka)
Comment