BONE, BERITA-SULSEL.COM — Setelah adanya dugaan sunat bonus atlet, yang kemudian dibantah oleh pihak Dispora, kini pihak Manager atlet balap motor, Heru, justru mengungkapkan keluh kesahnya terkait cabang olahraga balap motor yang menjadi binaannya.
Heru menjelaskan kalau untuk anggaran cabor balap motor saat Pra Porda dan Porda ke XVI di Pinrang, memang cukup minim. Sebelumnya, Heru sudah mengusulkan anggaran sebanyak Rp 300 juta, namun yang bisa terealisasi hanya sebesar Rp 150 juta.
Sejumlah uang itu kemudian digunakan untuk membeli 4 unit kendaraan bermotor yang kini jadi inventaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bone.
“Kami ditarget emas tapi karena kurang anggaran, lebih baik reparasi motor daripada seremonialnya, makanya tidak dibelikan kostum karena itu bisa habis 20 juta per orang” ungkap Heru.
Heru yang hobi balap motor mengaku justru sering mendanai sendiri para atletnya karena minimnya dukungan dari pihak pemerintah.
Heru juga sudah mencoba mengusulkan anggaran untuk arena balap, namun tak membuahkan hasil. Padahal menurut Heru, arena balap sangat penting guna mendukung penyaluran bakat pemuda di Bone.
“Kalau balap motor ini pertandingan yang fair karena siapapun duluan ke finish pasti itulah yang menang. Disini beda dengan cabor lain, disini tidak ada pejabat yang back up” ujarnya.
Heru berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada cabang olahraga balap motor karena mampu menorehkan prestasi hampir di setiap even yang diikuti.
Terbukti pada Porda XVI di Pinrang September lalu, atlet balap motor Bone sukses sumbangkan emas. (eka)
Comment