GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Kemacetan di jalur Sungguminasa ke Takalar, tepatnya mulai Jalan Usman Salengke Sunggminasa hingga hingga poros Gowa-Takakar dan sebaliknya, Sabtu (15/12/2018) menimbulkan keresahan di masyarakat.
Penyebab macet tersebut akibat pembangun aksesori gerbang di mulut jembatan Kambara.
Komisaris PT Hijrah Bangun Nusantara, Ari Bakri Pato mengatakan, pihaknya sebagai kontraktor meminta maaf kepada maayarakat.
Kata dia, kasus kemacetan tersebut memberi pembelajaran berharga bagi pihaknya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi pada pembangunan lainnya.
” Kemacetan yang telah menimbulkan kegaduhan baik di kalangan masyarakat pengguna jalan maupun di media sosial (medsos) dengan menyalahkan pihak aparat kepolisian (lalu lintas) dan pihak Pemkab Gowa sama sekali bukan kesalahan kedua institusi tersebut,” ujarnya, Senin (17/12).
“Apa yang terjadi pada Hari Sabtu ( 15/12) itu dengan terjadinya kemacetan luar biasa baik dari arah Selatan menuju Sungguminasa-Makassar maupun dari arah sebailknya sama sekali bukan kesalahan aparat maupun Pemkab Gowa akan tetapi saya selaku pelaksana yang salah,” tambahnya.
Selain mengaku bersalah, Ari juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya kemacetan itu.
Ia menyampaikan, aparat kepolisian yang turun langsung mengatur arus kendaraan sudah bekerja maksimal. Namun kamacetan itu sangat susah dihindari dan itu semua merupakan salah satu ekses akibat pengerjaan proyek senilai kurang lebih Rp3 miliar itu.
Kata dia, berdasarkan rencana awal, aksesori itu dibangun pukul 23.00. Namun baru dua jam bekerja, sekitar pukul 02.00 dini hari cuaca berubah di mana terjadi hujan deras hingga pukul 04.00 yang membuat proses pengerjaan (pengelasan) pada beberapa bagian rangka aksesori yang akan dibangun itu dihentikan.
Nanti setelah hujan meredah pengerjaan kembali dilanjutkan di mana rangka gerbang aksesori itu didirikan.
Saat itu, kata Ari Bakri Pato, aparat memintanya untuk tidak melanjutkan proses pengerjaannya.
“Aparat memang meminta saya untuk menghentikan pekerjaan di lapangan karena akan terjadi kamacetan,” ujarnya.
“Akan tetapi, proses pendirian rangka aksesori ini sudah berdiri tidak mungkin dihentikan karena bagian alas rangka belum di las (dikunci). Hal ini sangat berbahaya, makanya saya sampaikan ini harus diselesaikan. Dan pengelasan itu baru selesai tepat pukul 7.30 pagi,” jelas Ari.
Mantan anggota DPRD Gowa dua priode ini menjelaskan, pihaknya sama sekalli tidak punya niat untuk membuat kemacetan dan pihaknya merasa sangat terbantu aparat selama proses pengerjaan itu berlangsung. Demikian juga pihak Pemkab Gowa sangat membantu.
Kata dia, untuk pembangunan gerbang kedua, ketiga dan keempat pihaknya telah menjalin komunikasi yang baik dengan aparat dari Polres Gowa dan proses pengerjaan akan tetap dilaksanakan pukul 23.00 wita. ‘Saya dan tim work yang ada akan bekerja maksimal mendirikan rangka aksesori sebelum masuk waktu subuh sesuai hitungan teknis di mana pendirian satu rangka memakan waktu 2,5 jam. Saya berharap cuaca bagus sehingga semuanya kita bisa bangun atau dirikan tepat waktu,” ujar Ari Bakri Pato.
Ari bercerita upaya yang dilakukan agar tidak terjadi kemacetan. Antara lain, rangka aksesori itu tidak dirakit di lokasi proyek namun dirakit di work shop dan ruko yang disewa.
Setelah selesai dibuat barulah rangka itu diangkut menggunakan truk trailer sepanjang 13 meter dengan sewa sekali angkut Rp10 juta.
“Total rangka gerbang ada 4 pasang, sehingga untuk pemindahan saja saya harus keluarkan Rp40 juta, dan ini semua tidak ada dalam kontrak. Ini saya lakukan semata-mata agar tidak terjadi kemacetan. Sebagai manusia biasa saya sudah berupaya maksimal, namun soal faktor kondisi alam (cuaca) itu sudah di luar kemampuan kami seperti yang terjadi kemarin,” ujar Ari.
Kata Ari, pihaknya akan berupaya menyelesaikan proyek ini tepat waktu 30 Desember mendatang.
“Saya berharap semoga cuaca mendukung,” harapnya. (*)
Comment