Dam Bili-bili Berstatus Waspada, Bupati Gowa Minta Warga Berdoa

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Tingginya curah hujan yang turun dalam dua hari terakhir disertai angin kencang di Kabupaten Gowa  tidak hanya menyebabkan banjir, tanah longsor,  pohon tumbang.

Terlihat  di Boka Kecamatan Bajeng yang menyebabkan poros Gowa Takalar lumpuh dan juga  Jembatan Tanakaraeng yang rubuh karena diterjang air sungai yang meluap namun juga membuat debit air di Bendungan Bili-bili terus meninggi.

Berdasarkan data yang diperoleh, saat ini ketinggian air di Bendungan Bili-bili  mencapai 101,36 meter. Ketinggian  air di waduk terbesar di Sulsel itu dipicu lantarang curah hujan di daerah hulu Sungai Jeneberang sangat tinggi.

Menyikapi kondisi ketinggian air di Dam Bili-bili yang terus meningkat, Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan meminta warga untuk selalu waspada.

Bahkan Adnan menginformasikan kondisi Bendungan Bili-bili saat ini ditetapkan menjadi “WASPADA”. Itu karena katanya disebabkan ketinggian air sudah mencapai 101,36 meter.

Ketinggian air yang sudah melampaui ambang normal itu,  maka pihak pengelolah Dam Bili-bili melakukan pembukaan pintu air. Ini tentunya kata Adnan,  akan berdampak banjir yang cukup tinggi.

Orang nomor satu di bumi “Bersejarah” ini  menghimbau agar masyarakat  mengungsi dulu  dari aliran Hilir bendungan Bili-bili sambil sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar curah hujan normal kembali.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang bermukim di sekitat aliran hilir Bili-bili untuk mengungsi dulu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saya juga mengajak warga semuanya untuk bersama-sama   memanjatkan doa kepada Allah SWT agar  kita semua selalu dlm lindungannnya,” seru Adnan. (an)


Comment