12 Pompa Terbakar, Distribusi Air PDAM Gowa ke Pelanggang Terhenti

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Tingginya curah hujan yang mengguyur Gowa dan sekitarnya dalam tiga hari terakhir, bukan hanya mengakibatkan banjir bandang yang membuat sejumlah jembatan ambruk.

Sejumlah pemukiman warga di Kota Sungguminasa dan Pallangga terendam air setinggi 1 hingga dua meter.

Selain itu,  tanah longsor juga terjadi sejumlah titik di daerah dataran tinggi. Banjir juga menenggelamkan 12 pompa pengisap milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gowa.

Akibatnya, ke 12 pompa pengisap milik perusahaan plat merah itu terbakar yang secara otomatis membuat distribusi air ke puluhan ribu  ke pelanggang baik yang ada di Kota Sungguminasa maupun Pallangga dan juga Barombong ikut terhenti.

Direktur PDAM Gowa, Hasanuddin Kamal yang dihubungi via telepon mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan terbakarnya ke 12 unit pompa miliknya itu.

Kata dia, saat ini, hanya ada tiga  instalasi pengolahan airnya (IPA)  yang masih aktif beroperasi masing-masing, IPA Bontonompo, IPA Bajeng dan IPA Bontomarannu.

Sementara ke 12 pompa yang tenggelam dan terbakar sebagian berada di Kecamatan Pattalassang.

“Namun yang ada di Kecamatan Somba Opu semuanya rusak karena terbakar,” kata Hasanuddin yang saat dihunbungi mengaku lagi sedang berada di bantaran Sungai Je’neberang melihat langsung salah satu pompanya yang terbakar , Rabu siang (23/1).

Hasanuddin mengaku dari 12 unit pompanya yang terbakar itu, ada satu mesin pompa diantaranya yang masih relatif baru yakni berusia setahun.

Kata Hasanuddin, pihaknya berharap kepada seluruh pelanggang PDAM Gowa yang tidak menerima suplay air akibat terbakarnya ke 12 unit mesin pompanya itu untuk dapat bersabar dan bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini.

“Saya berharap kepada para pelanggang bisa memahami kondisi ini dan mohon kesabarannya. Yang jelas kami akan berupaya maksimal untuk melakukan perbaikan agar suplay air bisa berjalan normal kembali,” ujar Hasanuddin Kamal.

Hasanuddin menambahkan, jika pintu air Dam Bili-bili sudah kembali ditutup maka pihaknya akan segera memperbaiki mesin pompa yang terbakar itu.

“Mudah-mudahan pintu air Dam Bili-bili sudah ditutup hari ini sehingga kami bisa mengecek pompa-pompa itu. Saya juga berharap mudah-mudahan masih ada yang bisa dioperasikan sehingga distribusi air bersih ke pelanggang bisa berjalan meski belum sepenuhnya bisa berjalan normal,” harapnya.

Terkait dengan seberapa besar kerugian yang dialami oleh PDAM Gowa akibat suplay air terhenti, mantan Ketua AMPI Gowa itu mengaku jumlahnya cukup besar.

Selain harus mengeluarkan budget yang cukup tinggi untuk perbaikan ke 12 unit mesin yang terbakar itu, juga secara otomatis berhentinya suplay air ke pelanggang itu membuat pihaknya merugi. (an).


Comment