Siswa SMPN 1 Pallangga Disebut Dilarang Kenakan Jilbab Besar

GOWA,  BERITA-SULSEL.COM – Sejumlah orang tua siswa di SMPN 1 Pallangga, Gowa, yang anaknya “dilarang” memakai jilbab besar melakukan aksi protes kepada pihak sekokah.

Menyikapi aksi protes itu, Kepala sekolah SMPN 1 Pallangga Hasnah yang dikonfirmasi wartawan mengakui kalau ia memang menerapkan kebijakan tersebut.

Ia beralasan penerapan kebijakan seperti itu semata-mata hanya untuk mengcipatakan keseragaman disekolahnya berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Hanya saja sayangnya, karena sang kepsek tidak menjelaskan permendukbud yang dimaksud.

“Hal ini kita berlakukan biar ada keseragaman, utamanya itu dalam berpakain. Jadi ini mengacu pada peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) tentang pakaian seragam sekolah. Kalau jilbabnya terlalu panjang, kan nanti dapat menutupi sampai baju dan lengannya. Jadi  kelihatan tidak seragam dengan siswi lain,” katanya, saat ditanya soal aturan tersebut, kemarin.

Menurutnya,  dirinya tidak melarang siswi berhijab namun yang wajar-wajar saja yang terpenting menutup auratnya dan jangan terlalu panjang hingga melawati pinggang.

Ia juga menjelaskan sesui petunjuk permendikbud diperbolehkan berhijab namun baju seragam siswa harus tetap kelihatan sebagai identitas pelajar.

“Jadi tidak ada larangan berhijab besar, namun harus kelihatan lengan atau baju seragamnya, jadi yang terpenting itu auratnya tertutup. Hal ini sudah saya bicarakan dengan kabid SMP Disdik Gowa, Ibu Johar. Beliau sudah menjelaskannya kepada orangtua siswi,”ungkapnya pula.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Gowa, Dr. Salam yang dikonfirmasi mengaku baru mendengar adanya aturan seperti itu di smpn 1 Pallangga.

“Sola aturan seperti itu baru saya dengar.  Nanti saya akan cek langsung disekolahnya,”katanya, melalui pesan Whatsapp nya. (an).


Comment