BONE, BERITA-SULSEL.COM – Sejumlah Kepala Desa dari Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo, diundang oleh Ketua Apdesi Sulsel, Sri Rahayu Usmi, untuk menyampaikan segala uneg-uneg mereka terkait dana desa dengan menghadirkan pihak dari KPPN Watampone.
Mengusung tema “Dana Desa Ditengah Pandemi, Apa Kata Kades”, bertempat di salah satu Cafe, Selasa (10/8/21), dialog yang dihadiri belasan Kades ini cukup interaktif. Salah seorang Kades asal Soppeng, Anwar, mengeluhkan tidak adanya anggaran rumah tangga di desa, sementara Kades setiap saat menerima kunjungan baik dari awak media, LSM, TNI dan Kepolisian.
“Kita ini selalu disoroti mulai Sabang sampai Merauke karena dipikirnya kita ini mengelola banyak uang negara. Kita selalu disoroti oleh media, LSM, belum lagi Polisi, TNI, sementara kita tidak punya anggaran rumah tangga, mau ambil uang darimana untuk makan minumnya mereka kalau kita tidak mencuri. Tolong Ketua Apdesi Sulsel, sampaikan ke Kementerian bahwa kami juga butuh anggaran rumah tangga, apa bedanya dengan Bupati, anggota DPR, sama-sama dipilih rakyat” bebernya.
Keluhan itu ditanggapi langsung oleh Ketua Apdesi Sulsel, Sri Rahayu Usmi, atau yang akrab disapa Ayu, bahwa hal ini sudah sering disampaikan ke Kementerian, namun belum ada respon sampai sekarang.
“Kalau soal anggaran rumah tangga, tiap kali kami kunjungan, sudah sering kami sampaikan hal itu, tapi memang sampai sekarang belum ada tindaklanjut” ujarnya.
Anwar sendiri yakin, dirinya bukanlah satu-satunya Kades yang mengeluhkan hal itu. Desa sekarang seolah jadi ujung tombak dan jadi incaran banyak pihak karena dana desa yang dikelola dianggap menggiurkan. (eka)
Comment