Lindungi Diri dan Keluarga dari Bahaya Hoaks dengan Internet Sehat

Lindungi Diri dan Keluarga dari Bahaya Hoaks dengan Internet Sehat

MINAHASA TENGGARA, BERITA-SULSEL.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 10 Agustus 2021 di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Bersama Melawan Kabar Bohong”.

Program kali ini menghadirkan 677 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Fauzi Lamboka selaku pewarta LKBN Antara, Tesa Lonika R Meluwu selaku mahasiswi, Charencia Velina Repie selaku pegiat literasi, dan Musyafir selaku pegiat literasi teknologi. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Heri Susanto selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Fauzi Lamboka yang membawakan tema “Informasi, Identitas, dan Jejak Digital di Media Sosial”. Menurut dia, jejak digital tidak mudah dihilangkan dan berpotensi besar disalahgunakan. “Agar jejak digital positif, jangan sebarkan konten berbau SARA, pornografi, pornoaksi, dan kekerasan. Jaga etika berkomunikasi, informasi pribadi, tidak sembarang posting, serta periksa kebenaran berita atau informasi,” pesannya.

Berikutnya, Tesa Lonika R Meluwu menyampaikan materi berjudul “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Hoax?”. Tesa mengatakan, literasi media berarti cara memahami, mengakses, mengevaluasi, dan memproduksi pesan di media. “Segala sesuatu yang viral belum tentu benar, periksa dulu kebenarannya,” tegasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Charencia Velina Repie membawakan tema “Digital Culture: Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Sebelum berpendapat, kata Charencia, perhatikan beberapa hal: gunakan bahasa yang sopan, berpikir sebelum komentar, berpendapat yang benar, tidak menyampaikan hoaks, memberikan manfaat, dan meminimalkan berdebat soal SARA. “Terkait aturan dalam berpendapat, ada UU ITE Nomor 19/2016 juncto 11/2008 dan UU Nomor 1/1946 Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan Pasal 15 tentang Berita Bohong,” jelas Charencia.

Pemateri terakhir, Musyafir, menyampaikan tema “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Musyafir menjelaskan mengenai internet sehat, perundungan siber, dan tips melindungi keluarga dari efek negatif internet. “Berkomunikasi secara terbuka, jangan gaptek, manfaatkan fitur parental controls, buat aturan dasar, jadi role model yang baik, dan cari kegiatan lain,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Salah satu peserta webinar, Hendi Hendrata, bertanya kepada Musyafir. “Apa yang bisa kita lakukan jika informasi yang tersebar itu salah/hoaks? Apakah kita klarifikasi ke publik atau melalui lembaga tertentu?” Musyafir menanggapi, “Kita harus periksa dulu kebenaran berita itu. Bandingkan dengan sumber terpercaya, manfaatkan fact check explorer, gunakan Google maps atau share view untuk memverifikasi berita tersebut. Kalau terbukti hoaks, jangan disebar.”

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.


Comment