BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.Com,- harga jual gabah yang terus anjlok saat panen raya di Kecamatan Ujung Loe, membuat anggota DPRD Bulukumba, Andi Pangeran Hakim merasa prihatin.
Harga jual gabah saat ini hanya berada dikisaran Rp3600 per kg. Musim panen tahun sebelumnya, harga jual gabah Rp3900 per kilo. Bahkan, Dua tahun lalu, harga gabah pernah menyentuh angka Rp4000 lebih per kilo.
“Selain harga gabah Rp3600 per kilo yang dinilai anjlok, petani juga dikenakan potongan lima persen dengan kadar air 6 persen. jadi, kalau dalam satu karung gabah seberat 100 kg, maka, yang dibayar hanya Rp95 kg dikali Rp3600 perkg,” kata Andi Pangerang Hakim.
Anjloknya harga gabah dikecamatan Ujungloe, butuh perhatian Pemerintah dan Bulog. Koordinasi Pemerintah dengan Bulog diperlukan agar petani padi tidak mengalami kerugian yang cukup besar.
Ketua Komisi A DPRD Bulukumba, Pangerang Hakim, mengatakan petani menjerit, harga pupuk tinggi, harga pestisida juga naik. Namun, ketika panen tiba, justru harga gabah anjlok.
“Ini harus ada solusi supaya pendapatan petani seimbang,” tegas Pangerang Hakim.
Anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi PPP, mengingatkan Pemerintah dan Bulog soal harga gabah yang mengalami penurunan tahun ini dibandingkan harga gabah sebelumnya. Pemerintah harus turun lapangan.
“Bulog juga harus membeli gabah petani. Bulog harus berperan sebagai penyanggah harga gabah,” pungkasnya.
Comment