Mencurigakan, Bawaslu dan Kapolda Sulsel Diminta Telusuri Sumber Dana 10 Ribu Paket Sembako

Mencurigakan, Bawaslu dan Kapolda Sulsel Diminta Telusuri Sumber Dana 10 Ribu Paket Sembako

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Penemuan 10.000 paket sembako jelang hari pencoblosan menghebohkan warga. Saling tuding antar paslon pun viral di dunia maya. Paket sembako yang ditemukan di rumah warga bernama Adil di Kecamatan Lappariaja merupakan milik seorang akademisi bernama Zakir Sabara. Dari informasi warga disebutkan bahwa Zakir Sabara memang rutin berbagi sembako setiap tahun di kampung halamannya.

Andi Asrul Amri, Ketua LBH Kenustra Bone turut menyoroti penemuan paket sembako dalam jumlah besar tersebut. Asrul menduga paket sembako itu ada hubungannya dengan pilkada 2024 yang tinggal 5 hari lagi di Bone.

“Pemilihan serentak itukan tanggal 27 november 2024 sisa 5 hari lagi dan tiba-tiba ditemukan paket sembako berisi susu kotak anak-anak, minyak goreng, beras dan gula pasir kami menduga ini pasti ada kaitannya dengan pilkada di bone (money politik),” ujarnya.

Asrul menambahkan bahwa Bawaslu tidak seharusnya mendiamkan hal ini dengan dalih adanya info warga bahwa sembako ini untuk giat Jumat Berkah. Momen pilkada biasanya rentan dengan money politic, termasuk bagi-bagi paket sembako. Asrul mengungkap nilai fanatastis dari 10 ribu paket sembako yang notabene untuk Jumat Berkah ini.

“Hal ini tidak bisa didiamkan ataupun dibiarkan apa lagi katanya ini adalah milik seorang dosen, jika nilai sembako tersebut 100 ribu perpaket dikali 10 ribu paket totalnya fantastis 1 miliyar lohh, masuk akal tidak seorang dosen mau membagikan sedekah senilai 1 miliyar tepat saat momen kampaye pilkada lagi kan aneh,” lanjut Asrul.

Penemuan ini awalnya dikaitkan dengan pembagian paket sembako oleh paslon, namun setelah Bawaslu turun memeriksa dan mengumpulkan informasi dari warga, diketahui untuk giat Jumat Berkah. Tak ingin lengah, Andi Asrul mendesak agar Bawaslu tetap melanjutkan penelusuran.

“Kami mendesak pihak bawaslu dan bapak kapolda sulsel untuk menelusuri sumber dana yang digunakan untuk membeli sembako tersebut jangan-jangan berasal dari salah satu paslon gubernur sul sel atau paslon bupati bone,” tutupnya. (eka)


Comment