Polisi Selidiki Grup LGBT, Anggota DPRD Desak Pemkot Makassar Buat Perda

Andi Hadi Ibrahim Baso

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sebuah grup Facebook yang memuat konten berbau LGBT memicu keresahan di kalangan warga Makassar. Menanggapi hal itu, aparat kepolisian kini tengah menelusuri jejak digital grup tersebut untuk mengidentifikasi pembuat dan pengelolanya.

Sementara itu, isu ini mendapat sorotan tajam dari Anggota Fraksi PKS DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso. Ia mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk segera menyusun dan mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) terkait aktivitas LGBT.

“Semua acara di Makassar harus memiliki izin. Terkait konten yang meresahkan masyarakat, kami sudah serahkan kepada pihak berwajib untuk diusut,” kata Andi Hadi, Selasa (22/07).

Dukungan untuk Penegakan Hukum dan Pembinaan

Andi Hadi juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Kapolrestabes Makassar untuk menindak grup tersebut jika ditemukan unsur pidana. “Kalau sudah masuk kategori pelanggaran undang-undang, penegakan hukum wajib dilakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembuatan perda ini tidak semata untuk menghukum, melainkan sebagai upaya pembinaan. “Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat dalam persoalan ini. Kita perlu aturan jelas yang dibentuk lewat perda, bukan semata untuk menghukum, tapi untuk pembinaan,” ujarnya.

Politikus PKS itu juga mengingatkan agar semua pihak mengacu pada hukum yang berlaku dan tidak bertindak main hakim sendiri. “Ini negara hukum. Kita punya budaya sendiri yang harus dijaga. Kalau dibiarkan, masyarakat bisa bertindak sendiri,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, membenarkan bahwa pihaknya sedang mendalami keberadaan grup tersebut. Ia mengatakan, timnya sedang berkoordinasi dengan tim siber Polda Sulawesi Selatan untuk menyelidiki pemilik dan pembuat grup.

“Kami masih mendalami apakah grup itu benar ada di Makassar atau dibuat di luar Makassar,” jelas Arya, Selasa (22/07).

Ia menegaskan, jika ditemukan unsur pidana seperti pornografi atau provokasi, maka akan ditindaklanjuti. “Paling penting adalah kami bisa menemukan dulu ini yang membuat siapa, terus yang ada di situ siapa saja,” kata Arya.

Kapolrestabes juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. “Ada keresahan masyarakat, kami akan tindak lanjuti, tapi tentu harus berhati-hati, karena kan masih belum tahu, masih sumir,” tutupnya.


Comment