Revitalisasi Pasar Terong, Pedagang dan DPRD Soroti Kesiapan Relokasi

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Rencana relokasi pedagang Pasar Terong ke gedung lama kembali menjadi sorotan. Meskipun mendapat dukungan, proses ini dinilai harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai demi kelancaran aktivitas perdagangan.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi, menekankan bahwa relokasi bukan sekadar penertiban, tetapi juga harus memperhatikan kelayakan tempat bagi pedagang. “Kami apresiasi langkah pemerintah kota, tapi relokasi ini jangan hanya jadi upaya penertiban tanpa fasilitas yang memadai. Apalagi tempatnya adalah gedung lama yang pernah terbakar,” kata Ray pada Selasa (22/7).

Menurutnya, penataan pasar memang penting, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan hak-hak pedagang. Relokasi harus dilakukan ke tempat yang benar-benar siap. “Jangan sampai pedagang dipindahkan tapi lokasi barunya belum layak. Itu menimbulkan kesan ketidakadilan dan mengganggu aktivitas ekonomi mereka,” tegasnya.

Ray juga menyoroti pentingnya komunikasi aktif antara pemerintah, PD Pasar Makassar Raya, dan pedagang. Ia khawatir tanpa informasi yang jelas, relokasi bisa menciptakan kesalahpahaman dan menurunkan kepercayaan konsumen.

Lebih lanjut, Ray mendorong pembangunan pasar yang memenuhi standar nasional, mulai dari zonasi, sanitasi, hingga fasilitas penunjang. Ia bahkan menyarankan agar pemerintah menjadikan pasar modern di kota lain, seperti Pasar Summarecon, sebagai referensi. “Bangunan yang bagus tidak harus mahal. Yang penting fungsional. Ini yang harus kita tiru,” ujarnya.

Komisi D DPRD Makassar akan terus mengawal proses ini, mulai dari kesiapan lahan, desain bangunan, hingga perlindungan hak-hak pedagang. “Pasar Terong adalah salah satu jantung ekonomi kota. Maka pembenahannya harus menyeluruh dan tuntas,” pungkas Ray.

Curahan Hati Pedagang

Sebelumnya, sejumlah pedagang Pasar Terong menyampaikan keresahan mereka dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi B DPRD Makassar pada Selasa (8/7). Mereka mengaku siap dipindahkan, asalkan lokasi baru layak dan aman.

Kasmawati, salah satu perwakilan pedagang, menceritakan kondisi gedung lama yang memprihatinkan, termasuk insiden kebakaran tahun lalu. “Ini bukan soal kami tidak mau masuk pasar. Tapi gedungnya memang tidak memungkinkan,” katanya.

Ia menyebut ancaman tidak hanya datang dari kebakaran atau bangunan yang rapuh, tetapi juga genangan air yang merusak dagangan. Kasmawati juga menyinggung pengalaman pahit relokasi sebelumnya yang berujung kerugian karena lokasi pengganti sepi pembeli.

Menanggapi hal ini, Plt. Direktur Utama PD Pasar Makassar, Ali Gauli Arif, memastikan proses relokasi ratusan pedagang mulai memasuki tahap pematangan. Target waktu pelaksanaan ditetapkan antara akhir Juli hingga awal Agustus 2025.

“Sudah ada titik temu. Walaupun tidak semua sepenuhnya sepakat, proses relokasi ini sudah mulai,” kata Ali Gauli.

Menurut data PD Pasar, 288 pedagang akan direlokasi. Namun, gedung lama dinilai masih membutuhkan penyempurnaan, terutama dari sisi kelayakan fungsi, sirkulasi, serta aspek keamanan dan kenyamanan. “Pedagang tidak bisa dipaksakan pindah kalau tempatnya belum siap,” tegasnya.


Comment