Pengawasan Ketat BPOM untuk Program Makan Bergizi Gratis

Pengawasan Ketat BPOM untuk Program Makan Bergizi Gratis

BALI, BERITA-SULSEL.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman untuk anak-anak Indonesia.

Kerja sama erat dengan berbagai pihak, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian/Lembaga terkait, menjadi kunci untuk menjamin mutu dan keamanan pangan dari hulu hingga hilir.

Langkah-langkah Pengawasan

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, BPOM telah melakukan beberapa langkah nyata:

  • Melatih Tenaga Ahli: Bekerja sama dengan Universitas Pertahanan, BPOM telah melatih lebih dari 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dibekali ilmu gizi dan keamanan pangan sejak 2024.
  • Menyusun Modul Standar: Bersama berbagai lembaga, BPOM menyusun Modul Standar Gizi dan Keamanan Pangan Siap Saji. Modul ini telah digunakan untuk melatih lebih dari 41.000 penjamah pangan di 22 provinsi.

Tantangan dan Harapan

Meskipun pengawasan terus dilakukan, tantangan masih ada. Sebagian kecil sampel makanan yang diawasi di 23 provinsi belum memenuhi standar keamanan. Bahkan, hingga September 2025, tercatat 72 dugaan keracunan pangan terkait MBG di 25 provinsi.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. “Pangan bukan hanya soal kenyang, tapi juga soal aman. Anak-anak kita berhak mendapatkan makanan yang sehat, bergizi, dan terlindungi dari bahaya,” ujarnya.

BPOM akan terus berupaya memastikan makanan yang diterima anak-anak tidak hanya bergizi, tapi juga aman. “Ini adalah investasi kita untuk masa depan Indonesia,” tutup Taruna Ikrar.


Comment