Pemerataan Pembangunan, Pemprov Sulsel Kucurkan Rp1 Triliun Lebih untuk Infrastruktur Luwu Raya

Pemerataan Pembangunan, Pemprov Sulsel Kucurkan Rp1 Triliun Lebih untuk Infrastruktur Luwu Raya

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah utara. Tidak tanggung-tanggung, anggaran lebih dari Rp1,041 triliun dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan dasar di kawasan Luwu Raya pada tahun 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan bahwa besarnya alokasi ini merupakan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pemerataan pembangunan antarwilayah, agar tidak hanya terpusat di satu titik saja.

“Paket-paket infrastruktur di wilayah Luwu Raya ini adalah bentuk atensi nyata Pemprov Sulsel. Kami ingin memastikan masyarakat di sana merasakan manfaat pembangunan secara langsung,” ujar Jufri Rahman.

Belanja Pembangunan Melampaui Pendapatan Daerah

Menariknya, total dana yang mengalir ke Luwu Raya (Rp1,041 triliun) tercatat melampaui kontribusi pendapatan daerah dari wilayah tersebut ke kas provinsi yang sebesar Rp806 miliar.

Anggaran tersebut bersumber dari:

  • APBD Provinsi Sulsel: Rp935 Miliar.

  • Dukungan APBN (Sektor Pertanian & IJD): Rp107 Miliar.

Proyek Strategis: Rumah Sakit Regional hingga Akses Seko

Salah satu fokus utama adalah skema Multi Years Contract (MYC) senilai hampir Rp400 miliar—alokasi terbesar dibandingkan wilayah lain di Sulsel. Anggaran ini mencakup tiga sektor vital:

  1. Kesehatan: Pembangunan Rumah Sakit Regional modern dan terlengkap di Kabupaten Luwu.

  2. Irigasi: Penanganan jaringan irigasi sepanjang 58.540 meter untuk mendukung 11.000 hektare lahan pertanian.

  3. Konektivitas: Peningkatan jalan provinsi sepanjang lebih dari 35 kilometer.

Khusus untuk wilayah terpencil seperti Kecamatan Seko, Pemprov Sulsel bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) guna membebaskan warga dari akses jalan berlumpur. Total Rp68 miliar (gabungan APBN dan APBD) disiapkan untuk membuka akses jalan permanen sepanjang 15,45 kilometer.

Daftar Jalan yang Segera Diperbaiki

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa sejumlah paket jalan saat ini tengah masuk tahap lelang di SPSE, antara lain:

  • Ruas Batas Toraja Utara – Pantilang – Bua.

  • Ruas Tedong Bonga – Buntao – Batas Luwu.

  • Ruas Pantilang – Bonglo – Batas Kota Palopo.

  • Beberapa ruas jalan utama di Kota Palopo (Jl. Samiun, Jl. Opu Tosappaile, dan Jl. Pong Simpin).

“Kami terus berkoordinasi dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa agar proses lelang selesai secepatnya dan pengerjaan fisik bisa segera dimulai,” tutup Andi Ihsan.

Dengan kebijakan fiskal yang pro-rakyat ini, Luwu Raya diproyeksikan menjadi salah satu lokomotif utama pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan di masa depan.


Comment