MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menggandeng Komisi IX DPR RI untuk memperkuat sistem pengawasan produk konsumsi melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Langkah strategis ini bertujuan mencetak konsumen cerdas guna menyongsong era bonus demografi Indonesia.
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan bahwa masyarakat merupakan pilar utama dalam pengawasan obat dan makanan. Menurutnya, kolaborasi dengan tokoh masyarakat sangat penting karena mereka memiliki kedekatan emosional dengan warga akar rumput.
“Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2030-2040 dengan penduduk usia produktif mencapai 60 persen. Oleh karena itu, kita harus memastikan konsumsi obat dan makanan tetap aman agar generasi mendatang memiliki daya saing tinggi,” ujar Yosef saat memberikan sambutan di Makassar, Minggu (29/3/2026).
Yosef juga mengingatkan bahwa penggunaan produk ilegal justru dapat mengubah potensi bonus demografi menjadi bencana kesehatan. Selain itu, ia mengapresiasi dukungan Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, dalam memutus mata rantai peredaran produk berbahaya di Sulawesi Selatan.
Senada dengan hal tersebut, Ashabul Kahfi menjelaskan bahwa BPOM menjalankan tiga tugas utama. Tugas tersebut meliputi pemberian izin edar, pengawasan pasar, hingga penindakan hukum terhadap pelanggaran produk.
“Tugas kita adalah merawat kesehatan dengan tidak menggunakan produk berbahaya. BPOM hadir untuk memastikan semua produk yang beredar layak konsumsi dan memiliki legalitas yang jelas,” tegas Kahfi.
Dalam sesi edukasi, narasumber Ahmad Lalo memaparkan materi mengenai prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar). Selain itu, ia memperkenalkan program ABSO (Ayo Buang Sampah Obat) untuk mengelola limbah medis rumah tangga secara aman.
Selanjutnya, petugas BBPOM juga mengimbau warga agar selalu memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengecek legalitas produk secara mandiri sebelum membeli, terutama saat bertransaksi di toko daring (online).
Sebagai penutup, penyelenggara berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran publik. Dengan memilih produk yang bermutu dan bermanfaat, masyarakat turut mendukung terciptanya generasi sehat yang produktif di masa depan.
Comment