MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar memperkuat sinergi akademisi, bisnis, dan pemerintah (ABG) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui program “SAPA Kampus Berdampak Batch 8”, sebanyak 14 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) kini resmi menjadi fasilitator pendamping bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) di Sulawesi Selatan.
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, memberikan pembekalan langsung secara daring kepada para mahasiswa tersebut pada Sabtu (4/4/2026). Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah inovatif untuk menjawab tantangan literasi digital yang sering menjadi kendala bagi pelaku usaha kecil saat mengurus perizinan.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa Unhas. Program ini menjadi solusi cerdas untuk mengatasi keterbatasan personel kami dalam mendampingi ribuan UMK yang tersebar luas,” ujar Yosef dalam sambutannya.
Strategi Percepatan Izin Edar
Yosef menambahkan bahwa mahasiswa akan bertindak sebagai agent of change atau penyambung lidah BPOM kepada pelaku usaha. Selain membantu proses administrasi, para mahasiswa ini bertugas memberikan edukasi mengenai penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Langkah ini terasa sangat penting karena BPOM sebenarnya telah mempermudah sistem perizinan melalui layanan elektronik yang transparan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak pelaku UMK masih membutuhkan pendampingan teknis agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
“Melalui pengalaman mendampingi UMK, adik-adik mahasiswa juga belajar menjadi wirausaha masa depan. Kalian akan melihat sendiri betapa mudah dan cepatnya mengurus izin edar BPOM, apalagi ada insentif pengujian gratis dan diskon tarif PNBP 50 persen,” tambahnya.
Pembelajaran Nyata di Luar Kampus
Sementara itu, Kasubdit Pembelajaran Mandiri/MBKM Unhas, Prof. Makkarennu, menyambut baik program terobosan ini. Menurutnya, program SAPA Kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata yang dapat dikonversi ke dalam Satuan Kredit Semester (SKS).
“Kami berpesan agar mahasiswa memanfaatkan peluang berharga ini dengan maksimal. Segera tentukan kegiatan prioritas sebagai bagian dari pembelajaran nyata di luar kampus guna membantu UMKM kita naik kelas,” ungkap Prof. Makkarennu.
Sebagai penutup, Yosef mengingatkan para mahasiswa untuk selalu menjaga integritas dan profesionalitas selama menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitator wajib menandatangani Pakta Integritas demi menjamin pelayanan yang bersih dari praktik pungutan liar maupun gratifikasi.
Comment