GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, memimpin langsung penanaman padi dalam Gerakan Swasembada Pangan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR), Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Rabu (8/4/2026). Langkah ini menjadi komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Gowa untuk memperkuat sektor pertanian agar lebih maju dan berdaya saing.
Sitti Husniah mengungkapkan bahwa Kabupaten Gowa memegang peran vital sebagai penopang utama pangan di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong berbagai inovasi agar produktivitas petani lokal semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Gowa merupakan pilar pertanian di Sulsel. Kami tidak akan berhenti mendorong sektor ini agar petani kita semakin sejahtera dan modern,” tegas Sitti Husniah di sela-sela kegiatan penanaman.
Optimalisasi Lahan dan Dukungan Alsintan
Melalui program CSR, pemerintah daerah berupaya mengubah lahan tidak produktif menjadi sawah baru yang siap tanam. Selain perluasan lahan, Bupati juga menyoroti pentingnya dukungan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Menurutnya, petani membutuhkan kepemilikan aset secara langsung agar lebih bersemangat dalam mengelola lahan.
“Kami mengoptimalkan CSR agar petani terus tumbuh. Selain itu, kami ingin memperbanyak bantuan alsintan, bukan hanya sistem pinjam pakai, tetapi bisa menjadi hak milik kelompok tani,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, merinci capaian program strategis ini. Saat ini, program CSR di Gowa telah mencakup lahan seluas 40 hektare yang tersebar di Kecamatan Pallangga dan Parangloe.
Zubair menjelaskan bahwa setiap hektare lahan berpotensi menghasilkan 5 hingga 6 ton gabah. Dengan demikian, total produksi tambahan bisa mencapai 3.000 ton gabah kering panen (GKP) per musim tanam. Selanjutnya, pemerintah telah mengusulkan tambahan luasan 30 hektare lagi untuk tahun anggaran 2026.
Prioritas Nasional dari Kementerian Pertanian
Dukungan penuh juga mengalir dari pemerintah pusat. Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementan RI, Dede Sulaiman, menyebut Sulawesi Selatan sebagai wilayah prioritas nasional untuk swasembada pangan. Selain pembukaan lahan baru, Kementan menyiapkan program optimasi lahan eksisting seluas 60 ribu hektare di Sulsel.
“Kami melihat potensi besar di Kabupaten Gowa. Karena itu, program ini terus berlanjut hingga 2026 agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujar Dede.
Guna memastikan hasil panen yang berkualitas, pemerintah juga menyalurkan benih unggul bersertifikat seperti varietas Inpari dan Nutrizinc. Kehadiran teknologi Brigade Pangan diharapkan mampu mempercepat proses produksi dari hulu hingga hilir secara efisien.
Comment