Transformasi Birokrasi Berbasis Data, BPOM Masuk Jajaran Elit Nasional ASN

Taruna Ikrar

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatatkan prestasi gemilang dalam reformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 31 Maret 2026, BPOM berhasil menduduki peringkat ke-6 dari 83 kementerian dan lembaga dalam Indeks Kualitas Data (IKD) Manajemen ASN.

Pencapaian ini membuktikan bahwa BPOM kini masuk dalam jajaran elit instansi pemerintah dengan tata kelola SDM paling presisi. Melalui transformasi digital yang masif, BPOM berhasil mengubah sistem administratif konvensional menjadi instrumen strategis yang lebih modern dan cepat.

Data sebagai Fondasi Kebijakan

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa akurasi data merupakan jantung dari pengambilan keputusan organisasi. Menurutnya, data yang presisi memudahkan pimpinan dalam memetakan talenta dan mengembangkan potensi setiap pegawai secara tepat sasaran.

“Kami tidak lagi melihat data sebagai urusan administratif semata. Sebaliknya, data presisi adalah fondasi strategis agar organisasi bergerak lebih cepat dan visioner,” ujar Taruna di Jakarta.

Saat ini, BPOM telah mengintegrasikan seluruh informasi kepegawaian melalui sistem SIASN nasional. Integrasi ini memungkinkan pembaruan data secara real-time, sehingga setiap perubahan status pegawai langsung tercatat secara konsisten di seluruh unit kerja.

Efisiensi Layanan Meningkat Tajam

Kualitas data yang valid membawa dampak nyata pada kecepatan layanan kepegawaian. Kini, para pegawai merasakan proses kenaikan pangkat, pengurusan pensiun, hingga pemutakhiran data yang jauh lebih ringkas dan transparan.

Kepala Biro SDM BPOM, Irwansyah, menambahkan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada kedisiplinan sejak tahap awal. Pihaknya mewajibkan Pemutakhiran Data Mandiri (PDM) yang ketat serta verifikasi berjenjang untuk menghindari anomali informasi dalam sistem.

“Kami membangun budaya data, bukan sekadar instalasi sistem. Setiap pegawai kini menyadari bahwa validitas data mereka sangat menentukan arah kebijakan organisasi di masa depan,” tegas Irwansyah.

Menjawab Tantangan Global

Keberhasilan menembus peringkat enam besar nasional ini memperkuat posisi BPOM sebagai institusi yang adaptif dan akuntabel. Selain meningkatkan kepuasan internal pegawai, tata kelola SDM yang baik juga menjadi motor penggerak bagi BPOM dalam merespons tantangan global di bidang pengawasan obat dan makanan.

Selanjutnya, Taruna Ikrar berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem digital yang lebih kuat. Langkah ini bertujuan agar BPOM tetap mempertahankan standar tinggi dalam transparansi dan profesionalisme birokrasi di tingkat nasional maupun internasional.


Comment