BPOM Run 2026: Taruna Ikrar Ajak Masyarakat Rawat Kemerdekaan Lewat Hidup Sehat

Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar melepas ribuan peserta BPOM Run 2026 di Jakarta.

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM — Warna merah putih menyelimuti halaman Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Jalan Percetakan Negara, Jakarta. Ribuan peserta dari keluarga besar BPOM berkumpul penuh semangat untuk mengikuti BPOM Run 2026. Ajang olahraga ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar melepas langsung para pelari tersebut. Jajaran pejabat eselon I, II, dan III, para pegawai, hingga keluarga besar BPOM turut meramaikan lintasan. Selain menjadi sarana olahraga bersama, BPOM Run 2026 membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga kesehatan demi mengisi kemerdekaan.

“Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 harus kita rawat dengan kesehatan paripurna. Bangsa yang kuat membutuhkan masyarakat yang sehat. Sehat fisiknya, sehat mentalnya, produktif, dan mampu memberikan karya terbaik bagi Indonesia,” tegas Taruna.

Menurut Taruna, perjuangan generasi hari ini berbeda dengan perjuangan para pendiri bangsa. Oleh karena itu, jika para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka generasi sekarang wajib merawatnya melalui pembangunan manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing.

Melalui semangat tersebut, BPOM menyelenggarakan ajang lari ini. Langkah ribuan peserta menjadi simbol bahwa masyarakat bisa memulai pola hidup sehat dari langkah sederhana, yakni bergerak dan berolahraga secara teratur.

Meski demikian, Taruna mengingatkan bahwa olahraga saja tidak cukup untuk membangun kesehatan. Sebaliknya, asupan makanan dan minuman sehari-hari juga memegang peranan kunci dalam menentukan kualitas hidup seseorang.

Oleh sebab itu, panitia menyelipkan edukasi publik di sepanjang rangkaian acara. Edukasi ini mengajak peserta agar lebih pintar memilih serta memilah makanan, minuman, dan obat yang aman bagi tubuh.

“Kita harus pintar memilih dan memilah apa yang masuk ke tubuh kita. Pilih makanan dan minuman yang aman dan bergizi. Gunakan obat dengan benar dan sesuai kebutuhan. Jangan hanya karena sedang tren kemudian kita konsumsi tanpa memahami manfaat dan risikonya,” tambah Taruna.

Selanjutnya, ia mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan kebiasaan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) sebelum membeli produk. Konsumen perlu membaca informasi pada kemasan, memeriksa kandungan bahan, memastikan izin edar, serta mengecek tanggal kedaluwarsa.

Sebab, Taruna menilai pola hidup sehat harus lahir dari kesadaran pribadi, bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Aktivitas fisik yang rutin harus berjalan seimbang dengan konsumsi pangan bergizi, penggunaan obat secara rasional, istirahat cukup, dan pengelolaan kesehatan mental.

Konsep inilah yang ia sebut sebagai kesehatan paripurna. Dengan kondisi tubuh yang prima, seseorang dapat menjalani kehidupan secara lebih produktif dan berkualitas.

Di samping itu, pesan ini berkaitan erat dengan tugas utama BPOM dalam mengawasi peredaran obat dan makanan. Namun, pengawasan pemerintah tentu memerlukan dukungan aktif dari masyarakat yang cerdas.

“BPOM melakukan pengawasan, tetapi masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting. Jadilah konsumen cerdas. Kesehatan adalah investasi jangka panjang bagi diri sendiri, keluarga, dan masa depan bangsa,” jelasnya.

Kegiatan ini pun menunjukkan kekompakan seluruh jajaran BPOM. Para pejabat berbaur bersama staf dan masyarakat umum dalam satu langkah yang sama untuk menggelorakan gaya hidup sehat.

Bagi Taruna, momentum HUT ke-81 RI ini menjadi sarana tepat untuk mengenang jasa para pahlawan. Generasi muda dapat melanjutkan perjuangan para veteran melalui karya nyata di bidang masing-masing.

“Para pahlawan telah memberikan kemerdekaan kepada kita. Tugas kita sekarang adalah merawatnya. Salah satunya dengan menjaga diri dan keluarga tetap sehat sehingga kita bisa terus bekerja dan berkarya untuk Indonesia,” ucapnya.

Sesaat setelah bendera start berkibar, ribuan peserta langsung melangkah menyusuri rute di kawasan Jalan Percetakan Negara. Sebagian peserta berlari kencang demi mengejar catatan waktu terbaik, sementara peserta lain menikmati momen olahraga bersama keluarga.

Kendati demikian, pesan utama dari ajang ini melampaui garis finis perlombaan.

“BPOM Run boleh memiliki garis finis, tetapi ikhtiar menjaga kesehatan tidak boleh berhenti. Mari terus bergerak, hidup sehat, dan pintar memilih apa yang kita konsumsi. Dari tubuh yang sehat, kita membangun Indonesia yang kuat,” tutup Taruna.

Pada akhirnya, BPOM Run 2026 bukan sekadar perayaan jelang 17 Agustus. Di bawah kibaran bendera merah putih, acara ini menegaskan pesan penting: pahlawan telah mewariskan kemerdekaan, dan tugas kita adalah merawatnya dengan menjaga kesehatan.


Comment