MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Penceramah kondang Ustaz Das’ad Latif menyampaikan pesan menohok dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Di hadapan seribu jemaah yang memadati Masjid Terapung Amirul Mukminin, Makassar, Minggu (16/8/2026), ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia kini menghadapi ancaman penjajahan bentuk baru.
Ancaman tersebut bukan lagi berupa serdadu berkecepatan peluru atau meriam, melainkan gawai (smartphone) yang berada di genggaman masyarakat setiap hari. Menurutnya, media sosial dan internet telah menjadi alat “penjajahan modern” yang sangat efektif memecah belah persatuan.
“Penjajah zaman sekarang membawa handphone. Dulu musuh butuh waktu puluhan tahun untuk mengadu domba, sekarang dalam lima menit saja Indonesia bisa rusuh lewat provokasi media sosial,” tegas Ustaz Das’ad dengan gaya khasnya yang lugas.
Ia pun menyoroti fenomena masyarakat yang rela mengorbankan norma demi konten viral. Banyak orang mengumbar privasi rumah tangga, pamer aurat, hingga menyebarkan ujaran kebencian hanya demi mengejar popularitas sesaat di dunia maya.
“Jangan mau dibodohi media sosial! Yang penting viral, sampai rela bertengkar sama suami atau istri secara langsung di siaran media sosial. Itu semua bentuk penjajahan setan yang merusak moral bangsa,” lanjutnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan memperkuat ibadah, terutama salat lima waktu. Menurutnya, benteng pertahanan moral bangsa bermula dari kedisiplinan beribadah dan kebersihan hati.
Seruan Zikir dan Doa Kebangsaan
Kegiatan Tablig Akbar dan Zikir Kebangsaan yang digagas Yayasan Babussalam ini sejalan dengan imbauan Kementerian Agama (Kemenag). Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menyerukan seluruh lapisan masyarakat dan instansi untuk menggelar zikir serta doa bersama menjelang puncak peringatan 17 Agustus.
Seruan spiritual tersebut bertujuan memohon keberkahan, kedamaian, serta ketenangan bagi bangsa Indonesia di tengah cepatnya arus modernisasi.
“Melalui zikir kita memperkuat keimanan, melalui doa kita memohon keberkahan, dan melalui persatuan kita melanjutkan cita-cita kemerdekaan,” ujar Ali Yafid.
Melalui momentum HUT RI ke-81 ini, para tokoh agama di Sulawesi Selatan berharap masyarakat tidak hanya merayakan kemerdekaan secara fisik. Warga juga harus bijak menggunakan teknologi agar terbebas dari cengkeraman provokasi digital.
Comment