MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Yayasan Babussalam Makassar menggelar Tablig Akbar dan Zikir Kebangsaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan keagamaan ini mengusung tema “Bersatu dalam Doa, Tangguh dalam Persatuan” sebagai ikhtiar mempererat silaturahmi dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat.
Pembina Yayasan Babussalam sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Syarifuddin Nasution, menjelaskan bahwa pihak panitia sengaja memilih lokasi di luar lingkungan masjid mereka untuk memperluas jangkauan dakwah.
“Biasanya kami menggelar acara di Masjid Babussalam, Jalan Borong Raya. Kali ini kami mencari suasana baru di ikon Kota Makassar agar bisa merangkul dan menyatukan berbagai elemen serta etnis yang ada,” ujar Syarifuddin di sela-sela kegiatan.
Melalui momentum kemerdekaan ini, Yayasan Babussalam mengajak seluruh jemaah dan masyarakat Kota Makassar untuk terus mendoakan keselamatan bangsa dan kebaikan para pemimpin. Syarifuddin menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah agar masyarakat terhindar dari aksi anarkis dan gangguan keamanan seperti geng motor.
“Kami sangat berharap umat Islam tidak terpecah belah. Kita saling mendoakan dalam kebaikan dan mendoakan para pemimpin agar tetap berjalan di koridor yang benar demi menjaga masyarakat Makassar tetap aman dan tertib,” tegasnya.
Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri jemaah dari berbagai kalangan masyarakat. Selain jemaah umum, panitia juga mengundang deretan tokoh agama dan pejabat daerah, seperti Wali Kota Makassar, Kapolrestabes Makassar, pengurus MUI Kota Makassar, DPW Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta Wahdah Islamiyah.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh protokol dan laporan panitia. Selanjutnya, Habib Husein memimpin sesi zikir kebangsaan yang berlangsung khusyuk. Ustaz Drs. Latif kemudian menyampaikan tausiyah kebangsaan, sebelum akhirnya Habib Husein menutup kegiatan dengan doa bersama.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Babussalam berharap seluruh elemen masyarakat menempatkan kemaslahatan umum di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kemaslahatan masyarakat dan bangsa berada di atas segalanya. Kami ingin masyarakat terus memelihara komunikasi yang baik, saling menghargai, dan bersatu demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Syarifuddin.
Comment