Edukasi Pelajar Bone, BBPOM Makassar: Jangan Asal Beli, Ingat Cek KLIK

Edukasi Pelajar Bone, BBPOM Makassar: Jangan Asal Beli, Ingat Cek KLIK

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menerima kunjungan edukasi dari puluhan pelajar SMAS Islam Athirah Bone, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang kritis dan cerdas dalam memilih produk obat maupun makanan.

Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengimbau para siswa agar selalu waspada saat memilih produk kesehatan dan kecantikan. Pasalnya, kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri atau raksa masih marak beredar di pasaran.

“Merkuri itu sangat merusak kesehatan tubuh dan lingkungan. Oleh karena itu, pastikan Anda hanya menggunakan produk yang sudah mengantongi izin edar resmi dari BPOM,” tegas Yosef saat memberikan materi.

Sebab itu, Yosef mengenalkan rumus praktis Cek KLIK—yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. Selain itu, ia juga mengajak seluruh pelajar untuk memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile demi mengecek legalitas produk secara langsung melalui ponsel.

Waspadai Bahaya BKO, Vape, dan Obat Terlarang

Selanjutnya, Yosef menyoroti bahaya obat tradisional yang dicampur Bahan Kimia Obat (BKO). Produk ilegal semacam ini menyimpan risiko tinggi bagi organ tubuh jika dikonsumsi secara sembarangan.

Bukan cuma isu kosmetik dan jamu, BBPOM Makassar juga memberi perhatian khusus pada ancaman penyalahgunaan obat-obatan dan tren vape (rokok elektronik) di kalangan remaja. Yosef meminta para siswa menolak tegas tawaran obat berbahaya maupun vape yang kerap dibungkus atas nama gaya hidup.

“Jangan pernah mencoba hanya karena ikut-ikutan teman. Penyalahgunaan obat dapat merusak organ tubuh dan menghancurkan masa depan Anda,” lanjutnya.

Di samping itu, para siswa belajar cara membaca Informasi Nilai Gizi pada kemasan pangan. Langkah sederhana seperti mengecek kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) dapat membantu remaja mengontrol pola hidup sehat sejak dini.

Bijak Gunakan AI dan Menjadi Agen Perubahan

Di era digital saat ini, Yosef mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) secara bijak. Teknologi harus menjadi alat bantu belajar yang positif, bukan justru menyesatkan.

“Kita tidak boleh menghindari teknologi, melainkan harus memanfaatkannya dengan akal sehat dan pertimbangan etika,” jelas Yosef.

Selain membekali diri dengan teori, para pelajar SMAS Islam Athirah Bone juga berkesempatan mengintip langsung fasilitas laboratorium pengujian milik BBPOM Makassar. Di sana, mereka melihat proses pengawasan produk, pengujian sampel, hingga tindakan hukum terhadap pelanggaran obat dan makanan.

Pada akhir acara, Yosef berpesan agar para siswa membagikan ilmu yang mereka dapatkan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.

Kegiatan edukasi ini kemudian ditutup dengan pantun yang menyemangati para peserta: “Jika obat dan makanan aman, insya Allah generasi cemerlang akan dapat diwujudkan.”

Seluruh peserta pun menutup sesi kunjungan dengan menyerukan jargon bersama:

“Obat dan Makanan Aman, bukan kata orang, pastikan Kata BPOM!”


Comment