PALU, BERITA-SULSEL.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 3 Agustus 2021 di Palu, Sulawesi Tengah.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”. Kegiatan kali ini dihadiri oleh 759 peserta dari berbagai kalangan usia maupun profesi
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Universitas Islam Bandung dan anggota Japelidi Rita Gani, pegiat literasi Fikri Riski Gunawan, jurnalis dan entrepreneur Imam Dzulkifli, serta pemengaruh dan aktor Jeihan Achtar Nizamuddin. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah MC dan penyiar radio Mila Karmila. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Rita Gani yang membawakan tema “Cakap Bertransaksi Digital”. Menurut dia, salah satu tips aman bertransaksi keuangan daring adalah melaporkan ke penerbit telepon seluler jika tiba-tiba tidak bisa digunakan. “Smartphone hilang atau rusak, sebaiknya langsung diurus ke pusat seluler untuk memastikan keamanan data kita,” ujarnya.
Berikutnya, Jeihan Achtar menyampaikan materi “Memahami Aturan Berinteraksi di Dunia Digital”. Dia mengatakan, ada aturan yang mengikat dalam proses transaksi digital sehingga memberikan perlindungan kepada penjual maupun pembeli. “Hak dan kewajiban kedua belah pihak harus dilaksanakan sesuai aturan sehingga meminimalisir sanksi yang diatur dalam Undang-undang,” tuturnya.
Sebagai pemateri ketiga, Fikri Riski Gunawan membawakan tema “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Dia menyampaikan, aktivitas individu dalam berbelanja dan melakukan pembayaran kini lebih mudah dan efisien karena dapat dilakukan secara daring. “Individu harus beradaptasi dengan kehidupan baru, memanfaatkan fitur transaksi daring dengan baik, serta menjaga keamanan saat bertransaksi,” saran dia.
Adapun Imam Dzulkifli, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Tipu-tipu Online di Masa Pandemi”. Dia menekankan, pengguna internet hendaknya jangan suka pamer dan tidak oversharing terutama hal yang menyangkut data pribadi. “Kita tanpa sadar justru memberikan informasi untuk membantu hacker mengambil alih akun. Hindari hal-hal seperti swafoto dengan KTP, mengunggah foto tiket pesawat, dan lainnya,” tegasnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Maria Agnes, bertanya tentang dampak negatif bertransaksi keuangan digital. Rita Gani memaparkan, pengguna harus punya kecakapan digital, mulai dari mengunduh aplikasi, memahami deskripsi, dan memberikan perlindungan atas akun dompet digitalnya. Dalam webinar tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
Comment