
MALILI, BERITA-SULSEL.COM – Sebagai solusi untuk mengurangi kendala dan efisiensi waktu, dalam menuntut ilmu di Kayu Tandu, Desa Kawata, yang secara geografis di dominasi oleh lereng – bukit, dengan adanya masyarakat yang bermukim dan berkembang untuk mencari nafkah di bidang pertanian, dan perkebunan, tentunya tidak terlepas dari pendidikan anggota keluarga yang terus bertambah.
Untuk mendapatkan ilmu, para siswa-siswi harus berjalan kaki menuju sekolah yang jauh dari pemukiman penduduk dan akses transportasi, maupun jalan yang belum memadai, maka adanya inisiatif dari warga untuk mengusulkan adanya lembaga pendidikan mulai dari Pendikdikan Usia Dini (PAUD), TK,SD, SMP, dan SMA/SMK di daerah tersebut.
Demi menunjang mutu pendidikan di Indonesia, terutama Kabupaten Luwu Timur yang merupakan salah satu daerah pengembangan program kelembagaan Pendidikan Yayasan Perguruan Kristen Toraja(YPKT).
Baca Juga
Karnaval Pelajar di Lutim Meriahkan HUT RI ke 71
Dinkes Lutim Sosialisasikan Pentingnya Keamanan Pangan
BPBD Lutim Gelar Pelatihan Penanggulangan Tanggap Bencana
Tim yang di pimpin oleh Ketua Yayasan ; Drs. Rede Roni B.,MPd, Pdt. Ketua Wilayah II, Luther Tharuk M.Th, dan sekretaris YPKT cabang Luwu, Piter Bali,S.Pd, melakukan survei lokasi pemetaan dan proses ijin pendirian.
“Yayasan Pendidikan yang akan di mulai dari Taman Kanak-kanak (TK ) tahun ini 2016 sebagai tahap awal dan di lanjutkan ke tingkat Sekolah Dasar pada tahun 2017, karena saat sosialisasi di Kayu tandu sudah ada yang mendaftarkan diri untuk mengabdi sebagai tenaga pengajar,” ungkap Ketua Yayasan yang ditemui berita-sulsel.com (did)
Comment