
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Ketua Yayasan Bakti Bumi Persada yang membina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar, Andi Mustaman kembali mengadiri undangan warga Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso, Minggu (13/11/2016).
Seperti banyak pertemuan sebelumnya, dosen sosial politik ini banyak berdiskusi mengenai masalah sosial seperti ekonomi, pendidikan, kesehatahan hingga lingkungan di Kota Makassar. Pasalnya, ekonomi, kesehatan dan pendidikan merupakan pekerjaan pemerintah yang tak kunjung selesai.
Pertemuan kali ini, HA Mustaman banyak mendengarkan keluhan masyarakat soal program pemerintah yang dinilai tak tuntas. Program pengentasan kemiskinan, penuntasan pendidikan 12 tahun hingga layanan kesehatan hingga saat ini belum dinikmati semua masyarakat.

“Saat ini, masyarakat sulit untuk mengembangkan usaha. Dalih mempercantik tata kota, pedangang kecil harus digusur. Permasalahan ini terus saja berlangsung tanpa ada solusi yang tepat dalam pelaksanaannya,” jelas Andi Mustaman.
Masyarakat menilai, pemerintah kota saat ini menganggap keberadaan PKL dianggap ilegal karena menempati ruang publik dan tidak sesuai dengan visi kota yang sebagian besar menekankan aspek kebersihan, keindahan dan kerapihan kota.
Dihadapan HA Mustaman, warga Bontorannu juga menyesalkan program kesehatan pemerintah saat ini. “Walau pemerintah sudah memberikan jaminan kesehatan, namun kita lihat masih banyak masyarakat tak mendapatkan layanan itu, bahkan ada yang diusir di rumah sakit,” jelas salah satu warga dalam pertemuan tersebut.
Comment