Empat Korban Kecelakaan Maut Dilarikan ke Rumah Sakit

Patta Anggi (16) terpaksa dilarikan ke RS Wahidin Sudiro Husoda dari RS Ibnu Sina Jalan Urip Sumihardjo karena mengalami pendarahan hebat pada bagian kepalanya akibat tertabrak mobil pengantar uang milik PT.Abacus, Senin, (14/11/2016)
Patta Anggi (16) terpaksa dilarikan ke RS Wahidin Sudiro Husoda dari RS Ibnu Sina Jalan Urip Sumihardjo karena mengalami pendarahan hebat pada bagian kepalanya akibat tertabrak mobil pengantar uang milik PT.Abacus, Senin, (14/11/2016)

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kecelakaan maut yang terjadi di Tol Reformasi tak hanya menewaskan satu orang korban jiwa, kejadian ini juga memakan empat korban luka-luka akibat tertabrak mobil pengantar uang milik PT.Abacus yang dilarikan ke RS Ibnu Sina Jalan Urip Sumiharjo untuk mendapatkan perawatan medis.

Sebelumnya, jenasah korban jiwa akibat kecelakaan ini dibawa ke RS Bhayangkara oleh kendaraan Patroli Lalulintas untuk dilakukan identifikasi pada korban. Empat korban luka lainnya yakni Patta Anggi (16), Andi Tasir (13), Asse dan satu lagi yang belum diketahui identitasnya kini masih menjalani perawatan medis pihak RS Ibnu Sina.

Dari informasi yang diperoleh, satu dari empat korban luka bernama Patta Anggi (16) wrga Jalan Urip Sumihardjo lorong 4 No 36 terpaksa dirujuk ke RS Wahidin Sudiro Husodo karena luka pada bagian kepalanya mengalami pendarahan hebat

Salah seorang saksi di RS Ibnu Sina M Arif Rate (44) juga ayah dari Patta Anggi (16) murid SMA Tridarma menuturkan, tidak mengetahui awal mula kejadian kecelakaan maut tersebut. Sebab kata Arif, saat kejadian dirinya sedang berada dirumah.

“Saya tidak tahu persis kejadiannya bagaimana saya hanya dapat informasi terus langsung ke lokasi, ” tutur Arif sembari menunggu kabar baik anak.

Arif Rate menambahkan, selain anaknya menjadi korban kecelakaan ini, Ia pun memiliki cucu bernama Andi Tasir (13) murid SMA Tridarma yang juga korban dari kecelakaan mau ini.

“Selain anak ku ada juga cucu ku jadi korban,”

Menurut keterangan saksi, anak beserta cucunya ini setiap hari berjualan rokok dan minuman dingin disekitar Fly Over Makassar. Setiap hari mereka berdua berjualan mulai pagi hari hingga siang hari sebelum jam sekolah berlangsung dan M Arif Rate sendiri bekerja sebagai buruh serabutan.(Dan)


Comment