Mahasiswi Unhas Borong Gelar di IYEN 2026

Firyal Fadhilah

BERITA-SULSEL.COM – Nama Firyal Fadhilah kini menjadi buah bibir di lorong-lorong Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). Betapa tidak, mahasiswi cerdas ini baru saja mengukir tinta emas di panggung internasional melalui program International Youth Excursion Network (IYEN) 2026. Tidak tanggung-tanggung, Firyal menyabet dua penghargaan prestisius sekaligus, yakni Best Delegate dan 1st Best Video Innovation, setelah menyisihkan ratusan pemuda dari berbagai belahan dunia.

Perjalanan Firyal menuju puncak prestasi ini pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia harus melewati proses seleksi yang sangat ketat untuk mendapatkan status delegasi fully funded atau biaya penuh. Berkat ketekunan dan visinya yang tajam, ia berhasil meyakinkan dewan juri bahwa pemuda Sulawesi Selatan memiliki kualitas global yang kompetitif.

Menembus Batas di Forum Global

Selama rangkaian kegiatan IYEN, Firyal terlibat aktif dalam berbagai forum diskusi lintas budaya yang menguras energi dan kreativitas. Program ini memang memiliki tujuan utama untuk menempa kepemimpinan pemuda dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Selain mengikuti debat dan pertukaran budaya, para peserta juga harus merancang proyek kreatif yang solutif bagi masyarakat.

Meskipun harus bersaing dengan delegasi dari negara-negara maju, Firyal tampil mendominasi dalam setiap sesi. Ia menunjukkan kemampuan komunikasi yang lugas serta gaya kepemimpinan yang inklusif saat memimpin tim lintas negara. Oleh karena itu, panitia menobatkannya sebagai Best Delegate karena kontribusinya yang dinilai paling menonjol selama seluruh rangkaian acara berlangsung.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur bisa membawa nama Indonesia dan Unhas di forum internasional. Pengalaman ini benar-benar membuka mata saya tentang pentingnya jejaring global,” ungkap Firyal dengan mata berbinar saat menceritakan pengalamannya, Selasa (10/3/2026).

Inovasi Visual yang Menginspirasi

Selain kecakapan berdiplomasi, Firyal juga memamerkan bakatnya di bidang digital. Melalui kategori 1st Best Video Innovation, ia berhasil menciptakan karya visual yang komunikatif dan sarat akan pesan edukatif. Video tersebut mengangkat isu-isu relevan yang tengah dihadapi generasi muda saat ini, sehingga mampu menyentuh hati para juri dan delegasi lainnya.

Karya inovatif ini membuktikan bahwa seorang calon dokter tidak hanya mahir di meja operasi atau laboratorium, tetapi juga harus mampu menjadi komunikator yang handal di era digital. Firyal menggabungkan pemikiran kritis medisnya dengan seni videografi untuk menghasilkan pesan yang inspiratif.

Memicu Semangat Generasi Z

Kini, kepulangan Firyal ke tanah air membawa misi baru, yakni menginspirasi rekan-rekan sejawatnya. Ia sangat berharap agar pencapaian ini mampu memicu semangat pemuda Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, untuk berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, dunia internasional menyediakan ruang yang sangat luas bagi siapa saja yang ingin memberikan perubahan positif.

“Saya ingin teman-teman semua tidak takut untuk mencoba. Ambillah setiap kesempatan yang ada di tingkat dunia. Semoga capaian ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa,” tambahnya penuh semangat.

Prestasi Firyal Fadhilah menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Universitas Hasanuddin mampu mencetak kader-kader yang siap bertarung di level dunia. Ke depannya, ia berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai forum internasional sambil menyelesaikan studinya di kedokteran, demi menghadirkan solusi kesehatan yang lebih inovatif bagi masyarakat luas.


Comment