MASAMBA, BERITA-SULSEL.COM – Kabupaten Luwu Utara mengukir sejarah baru tepat pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27, Senin (27/4/2026). Momentum ini menandai lompatan besar dalam pembangunan ekonomi dan konektivitas wilayah melalui peluncuran penerbangan perdana pesawat ATR 72-500 Fly Jaya Airlines.
Pesawat berkapasitas besar tersebut melayani rute Makassar (UPG) – Masamba (MXB). Kehadiran Fly Jaya Airlines di Bandara Andi Djemma menjadi jawaban konkret atas tantangan geografis yang selama ini membatasi akses transportasi di Sulawesi Selatan bagian utara.
Konektivitas dan Kesejahteraan Rakyat
Bupati Luwu Utara menegaskan bahwa konektivitas udara merupakan kunci utama untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Selain sukses di sektor transportasi, Luwu Utara juga mencatatkan prestasi gemilang dalam pengentasan kemiskinan.
“Leluhur kita mewariskan semboyan Wanua Mapatuo Naewai Alena. Artinya, kemuliaan hanya akan datang kepada mereka yang berani berjuang. Penerbangan perdana dan turunnya angka kemiskinan merupakan hasil perjuangan kolektif kita semua,” ujar Bupati dalam sambutannya yang khidmat.
Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di Luwu Utara menurun drastis dari 12,66% pada tahun 2024 menjadi 11,8% pada awal 2026. Capaian ini mengukuhkan Luwu Utara sebagai daerah dengan laju pengentasan kemiskinan tercepat di wilayah Luwu Raya.
Transformasi Ekonomi Digital dan Pertanian
Pemerintah daerah mencapai target tersebut melalui kebijakan strategis yang berfokus pada hilirisasi pertanian. Selain itu, penguatan ekonomi kerakyatan berbasis digital turut mendongkrak daya beli masyarakat.
Pemerintah juga memangkas biaya logistik dengan membangun infrastruktur jalan di daerah terpencil seperti Seko dan Rampi. Oleh karena itu, Luwu Utara kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri, bukan sekadar wilayah penyangga.
Magnet Investasi Baru
Sinergi antara transportasi udara dan penguatan ekonomi mikro kini menjadi daya tarik bagi para investor. Selanjutnya, para pelaku usaha dapat meninjau langsung potensi kakao, kelapa sawit, hingga wisata kebugaran (wellness tourism) tanpa kendala jarak.
Gubernur Sulawesi Selatan turut memberikan apresiasi tinggi saat meresmikan penerbangan perdana ini. Beliau menilai langkah inovatif Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam mengelola subsidi penerbangan sebagai preseden positif bagi kepemimpinan daerah di Indonesia Timur.
Kini, masyarakat Luwu Utara merasakan kemerdekaan akses yang nyata. Puncak perayaan HUT ke-27 ini membuktikan bahwa visi kepemimpinan yang kuat mampu membawa daerah melesat menuju kesejahteraan yang berkeadilan.
Comment