TAKALAR, BERITA-SULSEL.COM – Kelompok mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam Asian Medical Students’ Association Universitas Muhammadiyah Makassar (AMSA-Unismuh) sukses melaksanakan kegiatan sosial bertajuk AMSA End of the Year (EOTY) 2026. Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Small Steps, Strong Blood, Bersama Lawan Anemia” ini berpusat di Kabupaten Takalar pada Jumat, 23 Mei 2026. Melalui program tersebut, panitia menyelenggarakan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi dini gejala anemia secara gratis.
Selain melakukan deteksi dini, tim medis mahasiswa juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum, mengedukasi masyarakat, serta memimpin senam sehat bersama. Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat menyambut program ini dengan penuh antusiasme. Terlebih lagi, Pemerintah Kabupaten Takalar memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan acara. Bahkan, Wakil Bupati Takalar hadir secara langsung untuk membuka acara secara resmi demi mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat di daerahnya.
Representative AMSA-Unismuh, Ariel Wira Prayoga, mengungkapkan alasan mendasar di balik pemilihan tema pencegahan anemia tersebut. Menurut dia, anemia hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang mendominasi di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, AMSA-Unismuh merancang program ini agar mampu memberikan dampak nyata dan menghadirkan pelayanan medis yang mudah dijangkau oleh warga setempat.
“Kami berkomitmen meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya deteksi dini serta pencegahan anemia melalui pemeriksaan kesehatan berkala dan edukasi yang sederhana serta mudah dipahami,” kata Ariel saat memberikan keterangan media.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menerima berbagai manfaat layanan medis gratis yang mencakup pengecekan kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Di samping itu, panitia pelaksana juga memeriksa kondisi fisik penunjang seperti tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, serta suhu tubuh pasien. Langkah komprehensif ini bertujuan untuk memberikan gambaran utuh mengenai status kesehatan setiap individu yang datang.
Selanjutnya, panitia menjadikan screening anemia sebagai fokus utama dalam seluruh rangkaian kegiatan. Melalui pemeriksaan kadar hemoglobin, tim medis dapat mengidentifikasi potensi anemia pada tubuh warga secara cepat. Bersamaan dengan itu, mahasiswa secara aktif mengedukasi warga mengenai faktor risiko, gejala klinis, serta langkah preventif yang perlu mereka lakukan sejak dini.
Ariel menambahkan bahwa pemilihan indikator hemoglobin ini sangat selaras dengan arah pergerakan tema nasional EOTY AMSA Indonesia tahun 2026. Pihaknya sangat berharap hasil penapisan (screening) ini dapat memandu masyarakat agar mengenali kondisi tubuh mereka lebih awal. Alhasil, warga bisa segera mengambil keputusan medis yang tepat, baik berupa tindakan pencegahan mandiri maupun pengobatan lanjutan.
Tidak hanya memberikan pelayanan fisik, panitia juga membekali peserta dengan wawasan kesehatan yang mendalam melalui sesi edukasi khusus. Dokter spesialis patologi klinik, dr. Hairul Anwar, M.Kes., Sp.PK., hadir sebagai pemateri utama dalam sesi tersebut. Dalam pemaparannya, ia menguraikan secara rinci mengenai tanda-tanda anemia, penyebab utamanya, serta strategi jitu mengatasinya lewat penerapan pola hidup bersih dan pemenuhan gizi seimbang.
Dokter Hairul juga mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan memeriksa kesehatan secara berkala. Menurut pandangan medisnya, sikap proaktif dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada akan sangat membantu mendeteksi penyakit sebelum berkembang menjadi kronis. Oleh karena itu, ia meminta warga tidak menunggu sakit untuk datang berkonsultasi ke dokter.
Sejak pagi hari, antusiasme masyarakat Takalar terlihat sangat besar. Ratusan warga berbondong-bondong memadati lokasi kegiatan untuk mengantre layanan pemeriksaan gratis dan mengikuti senam kebugaran. Salah seorang warga yang ikut mengantre mengekspresikan rasa syukurnya atas kehadiran para mahasiswa kedokteran ini.
“Kami merasa sangat terbantu oleh kegiatan ini. Kami bisa tahu kondisi kesehatan saat ini tanpa perlu memikirkan biaya, apalagi panitia menjelaskan semuanya dengan sangat ramah,” tutur salah satu peserta di lokasi.
Guna menjamin keberlanjutan dampak positif program, AMSA-Unismuh tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan saja. Mereka kembali mendatangi lokasi untuk menggelar kegiatan tindak lanjut (follow up) pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dalam kesempatan kedua ini, panitia memantau ulang perkembangan kesehatan warga yang memiliki catatan medis anemia pada pekan sebelumnya.
Menariknya, sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata, mahasiswa juga membagikan paket bantuan nutrisi dan sembako gratis kepada warga. Bantuan pangan ini sengaja mereka rancang untuk membantu pemenuhan gizi harian masyarakat yang sangat krusial dalam menjaga kestabilan kadar hemoglobin darah.
Ariel menegaskan kembali bahwa evaluasi berkala ini memegang peranan penting agar manfaat program bersifat jangka panjang. Melalui langkah nyata tersebut, AMSA-Unismuh ingin membuktikan bahwa esensi dari proses belajar mahasiswa kedokteran harus melampaui batas dinding ruang kuliah.
“Kegiatan ini menjadi bukti sahih bahwa mahasiswa kedokteran tidak boleh hanya berdiam diri di dalam kelas. Kami mengemban tanggung jawab moral untuk turun langsung dan memberikan solusi nyata yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat luas,” tegas Ariel penuh semangat.
Mengakhiri seluruh rangkaian program EOTY 2026, AMSA-Unismuh menaruh harapan besar agar masyarakat Kabupaten Takalar senantiasa menjaga pola hidup sehat. Menatap masa depan, organisasi pemuda ini berkomitmen penuh untuk terus melahirkan inovasi program kesehatan yang edukatif, inklusif, dan berdampak luas demi mewujudkan Indonesia bebas anemia.
Comment