MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat langkah pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan dunia pendidikan.
Salah satu perwujudan nyata dari langkah ini adalah peluncuran Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Keamanan Pangan (KKNT KP). Melalui program ini, mahasiswa akan mengemban misi sebagai agen perubahan (agent of change) untuk membangun budaya pangan aman langsung di tingkat desa.
Universitas Hasanuddin (Unhas) berkesempatan menjadi salah satu dari enam perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi proyek percontohan (pilot project) program nasional ini. Guna memantapkan kesiapan para peserta, BPOM menggelar pembekalan intensif secara hybrid bagi sekitar 80 mahasiswa dan Dosen Pendamping Lapangan pada 3-4 Juni 2026 di Gedung IPTEKS Kampus Unhas, Makassar.
Mendukung Target Indonesia Emas 2045
Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (PMPU PO) BPOM, Agus Yudi Prayudna, menjelaskan bahwa program KKNT KP ini merupakan sumbangsih nyata BPOM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Selain itu, program ini berjalan beriringan dengan RPJMN 2025-2029 demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut, Agus memaparkan bahwa KKNT KP ini mengintegrasikan tiga program unggulan BPOM sekaligus, yakni Sapa Kampus Berdampak, Desa Pangan Aman, dan Sapa Kader Inklusif. Nantinya, para mahasiswa akan memegang peran penting sebagai Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) dan Kader Keamanan Pangan (KKP).
“Integrasi tiga program ini merupakan strategi yang efektif dan efisien untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha pangan olahan. Mahasiswa akan menjadi agen perubahan yang berperan dalam membudayakan keamanan pangan di desa sekaligus memperkuat daya saing UMKM pangan olahan,” ujar Agus Yudi.
Pangan Aman untuk SDM Unggul
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan bahwa urusan keamanan pangan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kampus. Menurutnya, pemanfaatan bonus demografi Indonesia akan berjalan optimal jika masyarakat mendapatkan jaminan pangan yang sehat.
“Pangan bukan sekadar kenyang, namun harus kita pastikan mutu dan keamanannya. Sebab, hal ini menyangkut aspek kesehatan, ekonomi, ketahanan nasional, dan daya saing bangsa ke depannya,” tegas Yosef.
Oleh karena itu, Yosef berharap kehadiran mahasiswa Unhas di tengah-tengah warga desa mampu menjadi jembatan yang menghubungkan antara regulasi pemerintah dan praktik nyata di lapangan. Hasil akhir yang menjadi target dari program ini adalah lahirnya rencana aksi keamanan pangan mandiri di setiap desa lokasi KKN.
Apresiasi dari Pihak Universitas Hasanuddin
Gayung bersambut, pihak Universitas Hasanuddin memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif BPOM ini. Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Unhas, Sahriyanti Saad, menyatakan bahwa program ini menjadi wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin pengabdian masyarakat.
“Melalui KKN Tematik Keamanan Pangan yang diinisiasi oleh BPOM tentunya akan memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutur Sahriyanti.
Selama dua hari pembekalan, para narasumber dari BPOM pusat dan BBPOM Makassar membekali mahasiswa dengan materi-materi krusial. Materi tersebut meliputi 5 Kunci Keamanan Pangan, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), hingga tata cara pengurusan perizinan usaha seperti NIB, SPPIRT, dan izin edar BPOM MD. Meskipun menerima materi yang cukup padat, para mahasiswa terpantau sangat antusias dan siap membawa perubahan positif ke desa-desa tujuan.
Comment