Antisipasi Tanah Longsor, Mahasiswa Teknik Unhas Edukasi Warga Gowa Lewat Program Pakkatuju

Antisipasi Tanah Longsor Mahasiswa Teknik Unhas Edukasi Warga Gowa Lewat Program Pakkatuju

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Sebanyak 15 mahasiswa yang tergabung dalam Tim PPK Ormawa SPACE Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT-UH) mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi bencana alam. Mereka menggelar sosialisasi dan edukasi mitigasi pra-bencana bernama “Program Pakkatuju” di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, pada Kamis dan Jumat (11-12 Juni 2026). Langkah ini bertujuan utama untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga setempat menghadapi ancaman tanah longsor.

Selama dua hari, program ini berhasil mempertemukan masyarakat dari empat dusun sekaligus. Sesi pertama merangkul warga Dusun Tombongi dan Kampung Beru. Selanjutnya, sesi kedua melibatkan masyarakat dari Dusun Galesong dan Bontoloe. Warga setempat pun menyambut hangat kehadiran para mahasiswa ini. Selain masyarakat umum, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, tokoh RT/RW, pengurus Karang Taruna, kelompok perempuan, hingga anak-anak turut menghadiri dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Gunakan Animasi Visual untuk Petakan Kerentanan

Pada hari pertama, Kamis (11/6), kegiatan berpusat di kediaman Kepala Dusun Tombongi. Pihak mahasiswa menghadirkan Ir. Furqan Ali Yusuf, M.Eng., IPM. dari Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) Sulsel sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Furqan menjelaskan karakteristik lokasi kerentanan longsor di Desa Lonjoboko menggunakan tayangan animasi. Melalui pendekatan visual tersebut, masyarakat dapat lebih mudah memahami proses terjadinya longsor beserta langkah penyelamatan yang harus mereka ambil.

“Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat ini harus memberikan dampak nyata yang berkelanjutan, jangan hanya sekadar datang ke desa,” pesan Furqan di sela-sela materinya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan selalu peka terhadap perubahan kondisi alam di sekitar tempat tinggal mereka.

Bangkitkan Semangat Lewat Slogan Tangguh Bencana

Selanjutnya, edukasi berlanjut pada hari kedua, Jumat (12/6), di Aula Kantor Desa Lonjoboko. Kali ini, giliran Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas sekaligus perwakilan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Ilham Alimuddin, S.T., MGIS., Ph.D., yang membawakan materi. Sesi kedua ini berjalan sangat interaktif. Ilham mengajak seluruh peserta menggaungkan slogan kesiapsiagaan untuk memotivasi pemuda desa.

“Salam tangguh! Tangguh, tangguh, tangguh, luar biasa!” seru para peserta dengan kompak.

Selain membakar semangat warga, Ilham mengupas tuntas proses ilmiah terjadinya longsor menggunakan bahasa yang sederhana. Ia menggambarkan bagaimana air meresap ke dalam tanah hingga mencapai lapisan kedap air. Akibatnya, struktur tanah menjadi licin lalu bergerak runtuh mengikuti kemiringan lereng.

“Terkait bencana alam, memang tidak banyak yang bisa kita lakukan. Namun, kita bisa melakukan banyak hal untuk mengurangi risikonya,” ujar Ilham menekankan pentingnya langkah mitigasi pada wilayah rawan bencana.

Melalui keberlanjutan Program Pakkatuju ini, Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH berharap masyarakat Desa Lonjoboko kini mengantongi bekal pengetahuan yang cukup. Dengan begitu, warga mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan mereka serta meresponsnya secara cepat dan tepat demi keselamatan bersama.


Comment