POLEWALI, BERITA-SULSEL.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program MAPACCING LIMA di SD Negeri 3 Teteaji, Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan edukatif ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membentuk kebiasaan mencuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.
Selain itu, program MAPACCING LIMA (Mari Pakai Sabun, Cuci Tangan Lima Langkah) ini turut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui aksi nyata ini, tim mahasiswa mendorong kesadaran para siswa mengenai teknik mencuci tangan yang benar. Langkah sederhana ini terbukti sangat efektif mencegah penyebaran berbagai penyakit menular di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi pentingnya CTPS, waktu tepat mencuci tangan, serta peragaan enam langkah cuci tangan sesuai panduan Kementerian Kesehatan. Oleh karena itu, mereka juga menyajikan permainan interaktif dan sesi tanya jawab. Hasilnya, para siswa mengikuti seluruh rangkaian acara dengan sangat antusias sambil mempraktikkan langsung gerakan cuci tangan tersebut.
Penanggung jawab program kerja, Marlina Ramba Tandisau’, menegaskan bahwa pihak kampus merancang MAPACCING LIMA khusus untuk menanamkan budaya hidup bersih sejak kecil agar melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui program ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami teori mencuci tangan, melainkan juga langsung membiasakannya sebelum makan, setelah dari toilet, atau usai beraktivitas. Selanjutnya, kebiasaan positif ini dapat menurunkan risiko penyakit menular, khususnya diare yang masih membayangi warga Desa Polewali,” tegasnya.
Sementara itu, mahasiswa menyusun program ini setelah mencermati data Puskesmas Amparita yang mencatat diare masuk dalam sepuluh besar kasus penyakit terbanyak. Di samping itu, hasil pengamatan awal di SD Negeri 3 Teteaji mengindikasikan bahwa kesadaran siswa untuk cuci tangan masih cukup rendah. Oleh sebab itu, kondisi ini mendorong perlunya penguatan edukasi PHBS secara massif pada usia sekolah.
Kepala SD Negeri 3 Teteaji, Hj. Sitti Kaderiah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para mahasiswa di sekolahnya.
“Kami menyambut hangat kedatangan mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas yang telah memberi pembekalan berharga ini. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat sebab menyajikan teori sekaligus praktik secara langsung. Akhirnya, kami berharap anak-anak terus konsisten menerapkan kebiasaan baik ini di sekolah maupun di rumah,” tuturnya.
Pada akhirnya, tim KKN Unhas berharap edukasi ini mampu menumbuhkan kesadaran hidup bersih secara berkelanjutan. Melalui sinergi erat antara mahasiswa, pihak sekolah, dan Puskesmas Amparita, mereka optimistis dapat menekan angka kejadian penyakit diare di Desa Polewali.
Comment