BONE, BERITA-SULSEL.COM – Giat kolosal Gau Maraja tinggal menghitung hari. Perhelatan akbar yang digadang-gadang akan dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Jusuf Kalla dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, rencananya di buka pada 25 September nanti dan berakhir pada 30 September. Kadis Kebudayaan Bone, Andi Murni, akui giat ini butuh persiapan matang karena menghadirkan tamu dari luar Kabupaten Bone.
Beberapa acara menarik yang dipersembahkan saat Gau Maraja, diantaranya Pameran Pusaka dan Pangan yang berkolaborasi dengan komunitas pecinta pusaka, Lamakkawa serta Celebes Vintage Gallery. Pameran ini digelar di dua lokasi, yakni Mess Guru dan Museum La Pawawoi.
Selanjutnya, ada Ritual Adat Mappasalama’, Pameran Budaya Maritim, Pawai Katinting dan Lomba Tari Kreasi Pelajar yang dikemas dalam acara Lampu Toae, bertempat di Pantai Jodoh, Desa Angkue, Kecamatan Cenrana, 27 hingga 29 September nanti.
Acara menarik lainnya, ada Mappaddekko, Pesta Rakyat, Konser Simfoni Lumbung, Karnaval Budaya, Upacara Adat, Jajanan Tradisional, Layar Tancap, Workshop Seni Sastra, Pertunjukan Kolosal, Kemah Budaya, hingga Mappalisu Sumange dengan mengundang para perantau kembali ke tanah Bone.
Andi Singke yang merupakan akademisi, tokoh pemuda sekaligus pengamat budaya, kemudian memberi pesan bagi pelaksana kegiatan Gau Maraja Bone. Dijelaskan Andi Singke, Gau Maraja adalah program Kementerian Kebudayaan yang sebelumnya merupakan kegiatan regional Sulsel dan diprakarsai oleh organisasi perwira perkumpulan wija raja La Patau.
“Gau maraja adalah penajaman program dari 10 visi uu pemajuan kebudayaan juga menterjemahkan kebhineka tunggal ika bahwa penguatan kebangsaan haruslah didekati dengan mendorong kemajuan budaya daerah. Kalau bone adalah pusat peradaban bugis maka tentu ketukannya haruslah dimulai dari tempatnya, hajatan yang menjadi milik semua orang dinikmati hiburannya dan yang terpenting menjadi transformasi penanaman nilai-nilai kultural”, beber Andi Singke.
Ditambahkan pula bahwa transformasi nilai tersebut menjadi kampanye yang dikemas dalam bentuk kegiatan Gau Maraja dan tentu dialektikanya harus kuat. Andi Singke sendiri akui menanti, menyambut dan siap berpartisipasi dalam kegiatan Gau Maraja.
“Iyye sangat mendukung, sisa menajaman kegiatan. Mungkin sudah sangat bagus konsepnya, tapi baiknya posisikanlah masyarakat sebagai subjek kegiatan”, pesannya diakhir.
Comment