MAROS, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi keuangan daerah. Langkah ini berwujud penyesuaian serta koreksi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026.
Langkah rasionalisasi ini diambil setelah Pemkab Maros melakukan evaluasi mendalam terhadap capaian sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Oleh karena itu, pemerintah daerah menata ulang target penerimaan agar lebih realistis sekaligus tetap memicu pertumbuhan ekonomi.
Selain mengoreksi target, Pemkab Maros juga memproyeksikan kenaikan anggaran belanja pada perubahan APBD kali ini. Proyeksi tersebut memperlihatkan peningkatan daya gedor pemerintah dalam membiayai program-program strategis masyarakat.
Bupati Maros menegaskan bahwa penyesuaian APBD Perubahan ini mengutamakan asas keberpihakan pada masyarakat luas. Sebab, pemerintah ingin memastikan roda belanja daerah berputar efektif hingga akhir tahun anggaran.
Secara khusus, Pemkab Maros mengarahkan alokasi anggaran belanja ini pada tiga sektor utama. Pertama, pemerintah menjamin pembayaran gaji serta tunjangan bagi ASN dan pegawai PPPK. Kedua, Pemkab mempercepat pembangunan infrastruktur jalan baru di daerah terisolasi seperti Kecamatan Tompobulu. Ketiga, pemerintah berfokus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi warga.
Selanjutnya, Pemkab Maros terus memantau kinerja seluruh OPD pengelola pendapatan secara berkala. Pemkab optimistis, langkah koreksi ini dapat memacu kinerja Bapenda dan OPD terkait untuk menggali potensi pajak daerah secara lebih intensif.
Melalui strategi ini, Pemkab Maros meyakini APBD Perubahan tidak hanya menutup celah anggaran, tetapi juga langsung menggerakkan roda perekonomian warga di seluruh wilayah kabupaten.
Comment