BONE, BERITA-SULSEL.COM— Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, kembali berkunjung ke kampung halaman, Kabupaten Bone, Jumat (25/9/26), pagi. Kali ini, Mentan mendatangi lokasi pembangunan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang segera dibangun di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.
“Direksi semua lengkap, ada PTPN 1, ada PTPN Holding III, hadir, ID Food, hadir, semua ada disini. Arahan bapak prrsiden dua hari lalu, lima pabrik pakan, doc dan seterusnya, itu selesai tahun depan. Anggarannya sudah turun, beliau sudah tanda tangan, anggarannya 2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang disiapkan pemerintah 17 triliun tapi bukan disini saja, ada lima daerah, Lampung, NTB, Jawa Timur, Sulsel, Gorontalo. Pengerjaan sudah mulai, itu sudah bor-bor. Luas lahan 150 hektar”, beber Mentan.
Dengan luas sekitar 150 hektar, wilayah tersebut nantinya akan dibangun PS Farm Broiler berkapasitas 12 kandang yang masing-masing kandang berisi 10.000 ayam. Kemudian ada Hatchery dengan produksi DOC sebanyak 1.570
000 ekor per bulan, total 18.840
000 ekor per tahun. Lalu ada Pabrik Pakan dengan kapasitas 120.000 ton per tahun. Terakhir, ada FS Pullet dengan kapasitas 12 kandang yang masing-masing berisi 40.000 ekor ayam.
“Tau gak dampak ekonominya? Ada MBG kan? Ini kan dari hulu hilir, ada nanti disini produksi telur, ayam, susu. Nah ini MBG nanti yang jadi off taker nya. Kemudian ayam butuh pakan kan, pakannya dari jagung. Nanti jagungnya dari mana-mana, dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dari mana saja. Ini yang jadi pakan nanti, jadi terintegrasi dari hulu ke hilir, holistik dan itu murah. Daripada jagung ini di kirim ke surabaya, ke Jakarta, setelah jadi pakan dikirim kembali kesini. Pabrik pakan disini lengkap, doc nya, anak ayam, diambil dari sini juga”, terang Andi Amran.
Proyek besar yang menelan anggaran triliunan ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat apakah akan berdampak secara ekonomi bagi mereka dan apakah manfaatnya turut mereka nikmati. Namun, Mentan pastikan proyek ini akan meningkatkan ekonomi, khususnya warga sekitar. Ketika ditanya pekerja proyek didatangkan dari mana, Andi Amran menjawab sambil tersenyum.
“Lokal lah, kalian juga bisa kerja disini, itu kan lapangan kerja semua. Program ini, itu mimpi bapak presiden, generasi kita menjadi generasi cerdas nanti sehingga tercapai Indonesia emas”, tutupnya.
Comment