
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Mega Rezky Makassar membuka pendaftaran mahasiswa baru (Maba) hingga Agustus mendatang.
Wakil Ketua III Bagian Kemahasiswaan Stikes Mega Resky, Syamsunie Carsel HR mengatakan, biaya pendaftaran tahun ini adalah sebesar Rp100 ribu dengan biaya formulir Rp25 ribu. Sedangkan, persyaratan bagi calon mahasiswa baru, yaitu sehat jasmani dan rohani, bebas narkotika, menyerahkan foto copy ijasah atau surat keterangan lulus yang telah dilegalisir satu lembar (lulusan SMA/SMK) dan di tahun ajaran 2017/2018 ini Stikes Mega Resky menargetkan 2.500 maba, hingga saat ini gelombang penerimaan telah masuk pada tahap keempat.
“Sekarang penerimaan maba sudah di gelombang keempat, kami akan terus membuka pendaftaran hingga kuota terpenuhi,” Ucap Syamsunie Carsel yang juga Ketua Panita Penerimaan Maba Stikes Mega Rezky, saat ditemui di Kampus Stikes Mega Rezky, Jalan Antang Raya, Makassar, Senin (5/6/2017).
Syamsunie Carsel menjelaskan, hingga saat ini sudah 800 calon maba yang dinyatakan lulus untuk semua program studi yang ada. Program studi yang ada pada Stikes terbagi atas 12 prodi, yaitu Profesi Ners, S1 Keperawatan, S1 Farmasi, S1 Administrasi Rumah Sakit, D4 Bidan Pendidik, D4 Analis Kesehatan, D3 Kebidanan, D3 Analis Kesehatan, D3 Farmasi, D3 Teknik Gigi, D3 Teknik Kardiovaskuler (jantung), D3 Refraksi Optisi (Mata).
“Demi meningkatkan hingga saat ini sudah 800 calon maba yang dinyatakan lulus untuk semua program studi yang ada. Selanjutnya, pihaknya akan membuka gelombang berikutnya untuk memenuhi target kuota maba tahun ini. Perguruan tinggi, Stikes Mega Rezky terus membenahi diri, meningkatkan SDM, meningkatkan fasilitas sarana dan prasana. Walaupun dari segi fasilitas sarana dan prasana, kami masih unggul dibandingkan sekolah kesehatan lainnya,”tambahnya.
Stikes Mega Rezky juga menyediakan beasiswa untuk mahasiswanya. Bantuan pendidikan ini dibagi dua yaitu beasiswa Dikti dan beasiswa Pemprov.
“Kedua beasiswa yang tersedia memiliki syarat, antara lain mahasiswa harus berprestasi dan tidak mampu. Kuota yang disediakan pun tergantung permintaan, melihat dari jumlah mahasiswa setiap angkatan sekaligus melihat pelaporan kami ke Dikti,” ujarnya. (*)
Comment