SYL Instruksikan Jufri Rahman Selesaikan Megaproyek Toraja yang Tak Beres

SYL Instruksikan Jufri Rahman Selesaikan Megaproyek Toraja yang Tak Beres

SYL Instruksikan Jufri Rahman Selesaikan Megaproyek Toraja yang Tak Beres

SYL Instruksikan Jufri Rahman Selesaikan Megaproyek Toraja yang Tak Beres
Jufri Rahman

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta caretaker Bupati Tana Toraja Jufri Rahman untuk menyelesaikan bangunan megaproyek penunjang pariwisata di daerah itu yang tidak beres. Jufri juga diminta untuk melakukan terobosan selama menjabat sebagai caretaker Bupati Toraja.

SYL menegaskan hal itu saat melantik Jufri Rahman dan Syamsibar masing-masing sebagai caretaker Bupati Tana Toraja dan caretaker Bupati Selayar.

“Penjabat bupati harus mampu menyelesaikan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata. Harus ada terobosan. Saya percaya keduanya sudah teruji dan berpengalaman,” kata Syahrul usai melantik keduanya, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (9/105/2015).

Jufri sendiri menyatakan dirinya akan menyelesaikan pembebasan lahan Bandar Udara Mengkendek yang masih bermasalah. “Sebenarnya, di Toraja tidak sulit soal pembebasan lahan di area bandara,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja, Kristian HP Lambe, meminta agar penjabat bupati tidak hanya melakukan pembebasan lahan di area bandara, tetapi juga pembebasan lahan patung raksasa Yesus Kristus di Buntu Burake, Makale.

Menurut politisi Demokrat ini, patung Kristus sudah berdiri megah dan tinggal perampungan tetapi yang memprihatinkan karena lahannya belum dibebaskan.

Baca Juga : SYL Minta Jufri Rahman Pecat PNS yang Terlibat Pilkada

“Seluruh aset daerah, termasuk patung raksasa itu harus memiliki alas hak yang sah. Yakni harus dibebaskan dari pemiliknya menjadi milik daerah. Jika itu tidak dilakukan maka ke depan area patung itu akan bermasalah,” katanya.

Kristian menambahkan, pembebasan lahan Bandara Mengkendek maupun lahan patung Kristus ini seharusnya diselesaikan di masa kepemimpinan bupati terdahulu. Namun, yang memprihatinkan, kata dia, karena pembebasan lahan di dua megaproyek ini justru menjadi “PR” bagi caretaker atau pejabat baru. (*)


Comment