BONE, BERITA-SULSEL.COM— Sebelum masuk tahap pembahasan di DPRD, anggota banggar sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Bone, Saipullah Latif Manyala, menegaskan sudah melakukan stressing agar tidak ada pembelian mobil dinas dalam APBD 2018.
“Sebelum membahas perkomisi, SKPD presentasikan apa yang jadi prioritas dan tidak pernah disinggung akan ada pengadaan mobdin. Tidak pernah kami pikir Forkopimda karena mobilnya masih layak pakai, memang tidak melanggar regulasi tapi kita lihat kelayakannya, tidak ada masalah Forkopimda diberi tapi tentu kita lihat dulu kondisi keuangan” tutur Saipullah.
Menurutnya, Forkopimda itu koordinasinya dibawah Kesbangpol, tapi karena Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang anggarkan, jadinya dibahas oleh komisi II DPRD Bone.
“Disini saya bicara oknum dan saya yakin Bupati tidak tahu masalah ini, DPR bahas ini berdasarkan usulan Pemda dan putusan DPR itu kolektif kolegial, mungkin saya sendiri yang memprotes itu tapi saya dalam posisi minoritas, pasti saya kalah” tambahnya.
Saipullah sendiri tidak menyalahkan Forkopimda karena status mobil dinas itu hanya pinjam pakai, namun yang sulit dipahaminya adalah bagaimana mungkin ada pembelian yang tidak pernah didengar oleh Saipullah saat pembahasan di banggar. (eka)
Comment