Penerbit MIB Indonesia  Launching Buku Cerita Kusam

Laporan Azimah Nahl

Anggota Pecandu Aksara

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Penerbit MIB Indonesia bersama Pecandu Aksara dan Aksara Merdeka menggelar launching buku Cerita Kusam, Minggu, 03 Juni 2018 pukul 17.00 – 19.00 WITA.

Selain launching buku, kegiatan yang dihadiri puluhan peserta ini juga diisi dengan talkshow puisi serta cerpen.

Cerita Kusam ditulis Ardiansyah Ari yang banyak bergelut di dunia literasi lainnya yaitu Waktu Indonesia Membaca.

“Cerita Kusam membahas hal-hal yang selama ini dianggap tabu disekitar kita. Ada banyak nilai sosial membuat kita lebih mensyukuri hidup dan peduli dengan  keadaaan sekitar. Namun tetap  dikemas dalam cerita cinta yang berbeda dari cerita yang lain,” kata pria yang mahir memainkan gitar mini saat ditanyai mengapa seseorang mesti membaca bukunya.

Coretan pena penulis Cerita Kusam, juga bisa ditemukan di ig @vespa_kere.

“Caranya membunuh kemalasan yaitu menanam motivasi dalam diri, seperti yang sering didengarkan disampaikan publik ingin hidup abadi maka menulislah. Itu salah satu motivasi saya, jika saya ingin abadi, maka saya menulis dan membuat sebuah buku. Alhamdulillah sekarang bukunya sudah dinikmati oleh pembacanya,” Ardiansyah membagi pengalaman menulisnya ke peserta launching buku.

Penulis dilahirkan dari dua orang tua petani yang gagah dan cantik di dusun kecil, bagian selatan Celebes, Dusun Papi, Desa Buttu-Batu, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang.

“Awalnya saya orang yang suka berdongeng. Dari pada khayalan saya hanya melayang-layang di kepala, mulai menulis dari puisi, dan melakukan hal yang lain lagi seperti cerpen,” ungkap Vespa_kere nama pena dari Ardiansyah Arif.

Sementara itu, Bang O mengisi materi puisi dan Aurora Rahmah membawa materi cerpen.

“Puisinya itu yah puisi, puisi sekarang sudah tidak terikat dengan aturan baku yang ada,” kata Bang O menjawab pertanyaan peserta.

“Puisi baru adalah puisi bebas yang tidak terikat oleh aturan lama,” lanjutnya.

Widyawan Setiadi nama lengkap dari Bang O mengutarakan bahwa puisi itu salah satu karya sastra tertua yang pernah lahir,  Awal mulai lahirnya puisi bermula dari kerajaan, mantra, syair, bermula dari kerajaan Sriwijaya, kerajaan yang menggunakan ritual-ritual tertentu dengan mantra-mantra tertentu.

Pendiri Aksara Merdeka, Bang O mengungkapkan bahwa puisi adalah karya sastra yang bahasanya dipadatkan dan maknanya disiratkan.

“Karena puisi adalah karya sastra yang beda dengan dua karya sastra lainnya, novel dan cerpen. Kalau novel sama cerpen lebih identic dengan menjabarkan kata menjadi sebuh kalimat yang mudah dimengerti. Sedangkan puisi memadatkan kata dari paragraph menjadi beberapa kalimat saja agar makna yang disampaikan lebih tersirat, bukan silangsungan dan itulah ciri khasnya puisi. Terlepas dari berbagai macam jenis puisi yang telah dikategorikan,” jelas Bang O. (*)

 


Comment