Jalan Poros Gowa Takalar Ditanami Pohon Pisang

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Pemandangan tak biasa tersaji di ruas jalan Poros Gowa-Takalar, tepatnya di Panciro Kecamatan Bajeng.

Warga setempat menanam pohon pisang tepat di tengah badan jalan berlubang sekira 35 centimeter (Cm) . Badan jalan yang berlubang itu hanya berjarak sekira 30 meter dari jembatan timbang Bontorea.

Menurut Hendra, salah satu warga setempat, pohon pisang yang ditanam di badan jalan yang berlubang sekira 35 Cm itu sengaja dilakukan sebagai tanda agar para pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat dapat menghindari bagian jalan yang bolong tersebut.

Sebelumnya, sudah ada beberapa pengendara sepeda motor yang terjatuh dan mengalami luka parah akibat ban depannya terperosok masuk ke dalam lubang itu.

“Pohon pisang ini sengaja kita tanam biar para pengguna jalan bisa menghindari bagian badan jalan yang berlubang itu. Sebab kalau tidak, lubang itu sangat membahayakan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor,” ujar Hendra, salah seorang warga Panciro.

Kata dia, jika pihak terkait tidak segera melakukan perbaikan maka besar kemungkinan lubang itu bisa menimbulkan korban jiwa. Apalagi di waktu malam hari, paling rawan terjadi kecelakaan karena lubang itu tidak terlihat.

“Belum lagi kalau hujan, lubang itu tidak kelihatan karena terendam air. Dan ini paling berbahaya karena pengendara bisa langsung terjatuh dan bisa saja terlindas kendaraan lain,” ujar Opek, salah seorang warga Panciro lainnya.

Hendra maupun Opek berharap pemerintah bisa segera turun tangan melakukan perbaikan dengan menambal badan jalan yang berlubang itu.

Dari pantauan di lapangan, selama musim penghujan ini, nyaris sepanjang jalan Poros Gowa Takalar ini mengalami kerusakan yang sangat parah.

Selain berlubang, juga permukaan jalan tidak rata karena hanya ditambal, itupun terlihat tambalannya terkesan “asal-asalan”.

Paling parah terlihat mulai di Tanetea, Limbung tepatnya di depan SPBU Limbung Kecamatan Bajeng sampai di Kecamatan Bontonompo, Gowa. (an).

 


Comment