KENDARI, BERITA-SULSEL.COM – PT Kalla Kakao Industri mulai unjuk gigi awal tahun ini. Sebanyak 80 ton cocoa butter siap diekspor ke Belanda melalui Pelabuhan Petikemas Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Aktivitas ekspor komoditi kakao sudah lama dilakukan Kalla Kakao. Namun, untuk pertama kalinya pelepasan ekspor dilakukan di Pelabuan Petikemas atau Kendari Newport, Senin, 11 Maret 2019.
Baca Juga
Kalla Aspal Raih Best Distributor Aspal Curah Kapal dari PT Pertamina
“Ekspor yang dilakukan saat ini langsung menuju negara tujuan. Tidak perlu transit dan diperiksa di Surabaya,” jelas Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi.
Ia menambahkan, hal tersebut dapat menguntungkan pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tenggara dan perusahaan yang melakukan ekspor.
Senada dengan itu, Kepala Bea Cukai Kendari, Denny Benhard mengungkapkan, ekspor komoditi kakao sebelumnya tidak langsung ke negara tujuan.
Baca Juga
Kalla Toyota Palopo dan Bank Sulselbar Gelar Customer Gathering
Sebab itu, kata Denny, kelengkapan administrasi akan terus dikawal. Sehingga ekspor dapat dilakukan dua hingga tiga kali perbulan.
“Selain itu, disediakan klinik ekspor agar kendala bisa dipecahkan,” ucap Denny saat berlangsung acara Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Sulawesi Tenggara, kemarin.
Sementara itu, Managing Director Kalla Kakao, Muhammad Amri Arsyid menuturkan, kegiatan ekspor tidak terlepas dari dukungan pemerintah.
Baca Juga
Yayasan Kalla Group Ajak FKM UMI Kerjasama
Salah satu dukungan, kata Amri, yaitu percepatan pelayanan ekspor dari Balai Karantina Pertanian Kendari. Juga, solusi dari kendala ekspor yang selama ini terjadi.
“Ini bukti bahwa pemerintah selalu memberikan support kepada Kalla Kakao sehingga dapat melakukan ekspor langsung. Bukan lagi dari Surabaya,” tandas Amri. (mir)
Comment