
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Jelang penerimaan calon mahasiswa baru tahun ajaran 2016/2017, sejumlah kampus di Sulsel, baik swasta maupun negeri mulai perang pencitraan untuk mengaet pelajar tingkat SMA dan sederajat yang baru saja menyelesaikan studi.
Beberapa kampus tak tanggung-tanggung memasang iklan di media cetak dan elektronik. Ada juga yang menyebarkan brosur mereka ke sekolah-sekolah. Mereka memberikan informasi soal fasilitas yang akan diberikan seperti ruangan kuliah ber AC, dekat pusat kota.
Tak hanya itu, guna meyakinkan para mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan karir yang bagus. Mahasiswa tersebut menggunakan seragam jas berdasi. Namun, setelah sarjana mereka menghabiskan waktu hanya untuk mencari lowonga pekerjaan.
“Penampilan mahasiswa seperti menggunakan jas, ruangan kuliah ber AC, hingga kampus terakreditasi bukan jaminan mahasiswanya bisa langsung mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan studi,” jelas Wakil ketua I bidang akademik STIE Wira Bhakti Makassar, Ir Abdul Haris SE MSI, Sabtu (30/4/2016).
Kata dia, jumlah pengangguran dengan pendidikan Diploma dan sarjana di Indonesia, termasuk di Sulsel cukup besar. “Saya hanya ingin menyampaikan kepada calon mahasiswa baru agar jeli memilih kampus untuk melanjutkan pendidikan, pertama lihat akreditasinya, setelah itu cocokkan dengan kemampuan Anda soal biayanya,” ujarnya.
Biaya kuliah yang mahal, jelas Haris, bukan jaminan kampus tersebut berkualitas. “Saya juga ingin mengajak calon mahasiswa baru untuk memilih jurusan yang bisa mengantar mereka menciptakan lapangan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan,” ujarnya.
Sebelumnya, koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan lebih teliti memilih perguruan tinggi di Sulsel. Apalagi, belasan PT di Sulsel telah dibekukan karena dinilai belum memenuhi standar rasio antara dosen dan mahasiswa.
“Kebanyakan belum mampu memenuhi standar rasio antara dosen dan mahasiswanya. Saat ini pun kami telah meminta seluruh perguruan tinggi tersebut untuk melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Sekretaris Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Dr Hawiknyo.
Kata dia, dari banyak kampus seperti Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar telah diwarning dan diminta melengkapi semua berka data valid dari keseluruhan jumlah mahasiswa dan SDM yang ada.
“Kita sudah memberikan kebijaksanaan ke mereka untuk melengkapi keseluruhan datanya dan mereka sudah berjanji akan menyetorkan laporan tersebut,” ungkapnya. (*)
Baca Juga
Comment