Rivai Ras Janji Tuntaskan Masalah Begal

Abdul Rivai Ras
Abdul Rivai Ras

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Masih maraknya aksi begal di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar, mengundang keprihatinan bakal calon Gubernur Sulsel, Abdul Rivai Ras (ARR). Putra Bone itu berjanji akan menuntaskan akar masalah begal, bila nantinya dipercaya menakhodai daerah ini.

Menurut perwira TNI Angkatan Laut berpangkat kolonel itu, mewujudkan rasa aman bukanlah suatu hal mudah, sepele, dan gampang. Terlebih lagi bila dihadapkan dengan kompleksitas dan kemajemukan masyarakat.

“Stabilitas keamanan dengan tetap menjunjung tinggi sendi dasar demokrasi merupakan kunci mendasar pembangunan kesejahteraan. Mewujudkan stabilitas keamanan di tengah proses berseminya demokrasi sungguh penuh tantangan. Nah, aksi begal ini juga menjadi prioritas utama saya nanti dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di tengah-tengah masyarakat,” papar Pakar‎ Pertahanan dan Kemaritiman itu.

Pembangunan kesejahteraan, kata Rivai Ras, sangat memerlukan stabilitas keamanan sebagai penopang utama pesatnya pertumbuhan perekonomian dan sendi sendi kesejahteraan masyarakat. Sulawesi Selatan terutama Makassar, kata dia, beberapa tahun terakhir ini memang disuguhkan berita-berita adanya fenomena begal dan premanisme jalanan khususnya kendaraan roda dua (sepeda motor, red).

Biasanya kelompok begal ini beroperasi tengah malam, mulai jam 22.00 hingga jam 04.00. Mereka bergerombol dan mencari mangsanya di jalan raya yang sepi. Dengan cara mepepet mangsanya lalu mengejar, dan bahkan melakukan kekerasan yang tidak jarang membunuh hingga berjatuhan korban jiwa.

“Kita masih ingat aksi para begal Makassar, ketika kembali memakan korban bernama Musyarrafah seorang aktivis Muhammadiyah yang juga merupakan Wakil Ketua Nasyatul Aisyah Provinsi Sulawesi Selatan. Korban meregang nyawa setelah tak kuasa melawan aksi begal,” ujar Alumni Pondok Pesantren IMMIM Putra Modern itu.

Begal dan kekerasan jalanan, lanjutnya, menjadi teror tersendiri bagi warga Kota Makassar dan sekitarnya. Aksi begal sudah bukan hanya persoalan kenakalan remaja biasa, tetapi menjurus pada kejahatan luar biasa. Oleh karena itu, kata Rivai, penangannya pun harus dilakukan secara sistematis dan komprehensif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Penanganannya, tambah Anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) itu, tidak boleh hanya didekati dengan pendekatan penegakkan hukum semata, tetapi harus melalui diagnosa dan pemetaan anatomi sehingga akar persoalannya dapat ditemukan.

Penegakan hukum (meskipun juga sangat penting), ibarat hanya memangkas rantingnya, tetapi tidak mencabut akar akarnya.

“Nah, Pemerintah Sulawesi Selatan ke depan harus serius dan wajib melakukan upaya untuk mencegah semakin maraknya perilaku kejahatan jalanan ini. Karena jika tidak, maka rakyat tidak akan percaya lagi dengan pemerintahnya, dan dalam tatanan masyarakat demikian, rakyat akan bergerak dengan logika hukumnya sendiri,” papar ARR.

Masalah ekonomi dan kondisi sosial, tambah pria yang disapa Bro Rivai ini, dapat membuat orang menjadi nekat.

“Kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial bisa menjadi kambing hitamnya. Masalah perut kadang membuat seseorang melakukan tindakan apa saja tanpa pikir panjang, asal perut dapat terisi dan dapur terus mengepul, tidak peduli apakah itu melanggar hukum dan berisiko tinggi,” pungkas Anggota Senior ORARI itu. (Das)

Baca Juga

Abdul Rivai Ras Berbelasungkawa Berpulangnya Muhammad Ghalib

“Panggil Saya Bro Rivai”

Bro Rivai Tinjau Kondisi Nelayan Takalar


Comment