FKM UPRI Makassar Gelar Pameran Gizi

Rektor UPRI Makassar, Dr.Hj.Niniek F. Lantara, MS, menggunting pita dimulainya pameran gizi FKM UPRI. (foto:andi alim).
Rektor UPRI Makassar, Dr.Hj.Niniek F. Lantara, MS, menggunting pita dimulainya pameran gizi FKM UPRI. (foto:andi alim).

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi FKM Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, Selasa 17 Mei menggelar pameran gizi di pelataran kampus Jl. Gunung Bawakaraeng Makassar. Pameran ini dibuka langsung Rektor UPRI, Dr.Hj.Andi Niniek F. Lantara, MS didampingi Dekan FKM, Dr.Arlin Adam, M.Kes.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kuliner tradisional menuju ketahanan pangan yang seimbang. Demikian ditegaskan Ketua Jurusan Gizi FKM UPRI, Masdarwati, SKM, M.Kes di ruang kerjanya, Rabu 19 Mei 2015.

“Jenis makanan tadisional yang dipamerkan di antaranya; putu soppa, sikaporo, barongko, rook-roko unti, putu cangkiri, cendol, cangkuning, apang, pisang ijo, bubur manado, tempe mendoang, sewong utti, sewong lame, katiri salla serta kue pelita,” jelas Masdarwati.

Rektor UPRI Makassar, Dr.Hj.Andi Niniek F. Lantara, MS, dalam pembukaan acara menekankan, kegiatan mahasiswa ini dapat memberikan nilai tambah buat kampus, terutama bagi FKM . “Kegiatan yang ditandai dengan pementasan tari khas dari Sumba NTT yakni, gasa dan woleko, merupakan kreatifitas yang patut diberi apresiasi,” tegas mantan anggota DPRD Provinsi Sulsel ini.

Kata dia, prodi lain seharusnya menggelar kegiatan serupa dengan menampilkan potensi dan keunggulan yang dimiliki, sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk ikut bergabung menjadi civitas akademika kampus.

Makanan tradisional di kalangan masyarakat Bugis Makassar yang dipamerkan. (foto:andi alim)
Makanan tradisional di kalangan masyarakat Bugis Makassar yang dipamerkan. (foto:andi alim)

Dekan FKM UPRI, Dr.Arlin Adam, M.Kes menjelaskan, kegiatan yng dilaksanakan mahasiswa dapat menjadi embrio menyelesaikan persoalan kesehatan. Mal nutrisi masih meningkat karena kesadaran masyarakat belum memahami gizi seimbang.

“Kegiatan ini merupakan pembelajaran sosial dengan harapan masyarakat sadar dengan gizi seimbang. Dia berharap prodi lain harus secara berkompetitif memperlihatkan keunggulan prodi masing-masing,” terang salah seorang dosen penguji dan pembimbing mahasiswa S2 dan S3 ilmu sosiologi PPs-UNM ini.

Seluruh rangkainan kegiatan berlangsung sesuai rencana berkat kerja keras dari panitia pelaksana dengan ketua dan sekretaris, Nursyamsurya dan Andriani Martina D.Kotin. (alim/yahya)

Baca Juga

FKM UPRI Makassar KKP Profesi di Bone

BAN-PT Visitasi Akreditasi Institusi UPRI Makassar

UPRI Makassar 2016 Terima 2000 Maba


Comment