
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Istri Sanusi, Nurhayati (20), warga Pangkep, melahirkan di RS Ibnu Sina melalui operasi sesar. Namun, bayinya dinyatakan bermasalah dibangian paru-parunya sehingga nyawanya tak tertolong, Senin malam, 30 Mei 2016 lalu.
Biaya perawatan bayinya yang dibebankan pihak RS Ibnu Sina sebesar Rp1,7 juta. Namun Sanusi tak bisa membayarnya, sebab dirinya hanya mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedang bayi tak masuk dalam tangungan perawatan.
Hal ini diperparah dengan istri Nanusi yang masih kritis pasca operasi. Butuh darah namun Sanusi tak memiliki uang untuk menebusnya.
Saat sanusi berniat membawa pulang bayinya dengan ambulans, tetapi pihak RS Ibnu Sina memberikan biaya sebasar Rp2 juta.
Melihat hal tersebut, mantan humas Rumah Sakit Ibnu Sina, dr Wahyudi Muchsin meminta agar beban biaya keluarga Sanusi dialihkan kepadanya.
dr Yudi, sapaan akrabnya, mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa keluarga Sanusi yang tak mampu membayar biaya persalinan istrinya.
Menurutnya, pihaknya menanggung semua tagihan sebesar Rp1,8 juta yang dibebankan kepada keluarga pasien. Ia juga menyayangkan pelayanan yang kurang memuaskan kepada pasien.
“Saya sudah meminta pihak RS Ibnu Sina agar biaya keluarga Sanusi diberikan kepadanya,” jelasnya kepada berita-sulsel.com saat ditemui disalah satu warga dibilangan Jalan Beulevard, Panakkukang, Makassar, Rabu (1/6/2016). (*)
Comment