MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kantor Layanan Teknis (KLT) Badan Standardisasi Nasional (BSN) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan The International Water, Sanitation and Hygiene Foundation dan PT. IAPMO (International Asscociation of Plumbing and Mechanical Officials) Group Indonesia memberikan bantuan donasi Alat Pelindung Diri kepada masyarakat Kota Makassar, Jumat (24/4/2020).
Kepala Kantor Layanan Teknis Sulawesi Selatan Taufiq mengatakan, APD ini berupa masker N-95, baju hazmat, sabun cuci tangan, masker kain dan Tempat cuci tangan umum portabel.
“Donasi ini diberikan kepada Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar dan warga kelurahan Untia,” ujarnya.
Pasalnya, BBLK menjadi target penyaluran donasi ini dikarenakan BBLK merupakan Laboratorium Rujukan Nasional yang menguji sampel pasien terduga Covid-19 di wilayah Indonesia Timur sehingga mempunyai resiko sangat tinggi.
Sedangkan untuk warga Untia beber Taufiq, kelurahan ini merupakan tempat proyek CPC program yang dilaksanakan oleh Tim IWSH dan BSN November 2019 lalu.
Selain itu juga, dalam kegiatan amal ini di dukung juga oleh UMKM binaan KLT BSN Sulsel yaitu BE clean produsen sabun cuci cair yang menerapkan SNI pada produknya yaitu SNI 06-4075-1996 – Detergen Cuci Cair.
“Be clean dalam pembinaan sudah sampai tahap sertifikasi lapangan oleh lembaga sertifikasi dan sudah lolos uji di laboratorium sehingga aman digunakan, menyumbangkan sejumlah 1200 botol (330ml) dibagikan secara gratis untuk warga Untia,” terang Taufiq.
Kegiatan gerakan melawan pandemik ini merupakan persembahan sederhana dari IWSH, PT IAPMO Indonesia dan BSN yang diharapkan dapat membantu dan mengurangi penyebaran virus Covid-19 di Makassar.
Untuk diketahui, donasi tersebut diterima langsung oleh kepala BBLK Makassar, Dr. Aswan Usman, M.Kes berupa masker N-95 sebanyak 30 buah, baju Hazmad 20 buah dan sabun cuci tangan sejumlah 27 liter.
Pihak pemerintah setempat pun dalam hal ini Lurah Untia Alwan Januar dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan sebab di wilayahnya itu belum mempunyai tempat cuci tangan umum dan masker untuk warganya.
Comment